Perdana Buku Lapangan Merdeka Diluncurkan, Dirjen Kebudayaan: Jadi Motivasi Lestarikan Cagar Budaya
Dirjen Kebudayaan berharap peluncuran buku "Lapangan Merdeka Medan: Ruang Publik, Situs Sejarah, dan Budaya" menjadi penanda kemajuan cagar budaya
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan TRIBUN-MEDAN.com, Angel Aginta Sembiring
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dirjen Kebudayaan RI berharap peluncuran buku "Lapangan Merdeka Medan: Ruang Publik, Situs Sejarah, dan Budaya" dapat menjadi penanda kemajuan cagar budaya Kota Medan ke depan.
Peluncuran buku ini berlokasi di Medan Club Cafe di Jalan RA Kartini No 36, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (1/4/2021).
"Semoga peluncuran buku Lapangan Merdeka ini menjadi penanda dan kemajuan cagar budaya Kota Medan," kata Dr Hilmar Farid selaku Dirjen Kebudayaan RI.
Ia juga berharap dari peluncuran buku Lapangan Merdeka ini dapat memotivasi dan insentif bagi seluruh warga Medan serta pemerintah agar terus melestarikan cagar budaya.
Selain itu, Farid juga ingin Lapangan Merdeka menjadi ruang publik yang nyaman dan tempat berinteraksi masyarakat kota Medan.
Diketahui buku ini terdiri dari opini, puisi, essay, dan lukisan sketcher. Buku ini ditulis sebanyak 55 orang dari 75 tulisan 45 orang berpartisipasi sehingga menciptakan buku lapangan merdeka Medan.
Buku ini terbit 602 halaman dengan tampilan lanskap berukuran 24cm x 17cm.
"Semoga buku ini bisa dijumpai di semua perpustakaan dan perguruan tinggi," ujarnya.
Amatan Tribun Medan, peluncuran buku ini dihadiri para budayawan, pejabat publik, serta mantan pejabat seperti Samsul Arifin.
Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 14.38 WIB. Acara pun dibuka oleh tari Melayu Setepak Sirih Sejuta Pesan. Tampak enam penari laki-laki dan perempuan berbaju adat bewarna hijau.
(cr9/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tarian-pembukan-peluncuran-buku-lapangan-merdeka-medan.jpg)