Breaking News:

Angin Kencang di Samosir Mulai Mereda, Warga Mulai Tenang Sambut Paskah

Pertama, hentikan pelayaran apabila kondisi cuaca buruk. Kedua, Selalau berkoordinasi dengan petugas pelabuhan sebelum kapal berlayar. 

Maurits / Tribun Medan
Kondisi terkini kawasan Samosir, tepatnya di Kecamatan Pangururan setelah dua hari diterpa angin kencang. Sejumlah rumah sedang diperbaiki pada hari ini, Sabtu (2/4/2021)  

TRIBUN-MEDAN.com, PANGURURAN – Setelah dua hari angin kencang landa kawasan Danau Toba secara khusus daratan Samosir, kini angin mulai mereda.

Melihat kondisi demikian, seorang warga Enos Sinaga (37) menuturkan bahwa ia bersama keluarganya merasa tenang sambut Hari Raya Paskah. 

Dari penuturannya, dua hari yang lalu secara berturut-turut, ia bersama keluarganya waspada saat dengar angin kencang yang membuat atap rumahnya terbuka dan tak bisa tenang beristirahat di malam hari.

“Selama dua hari ini, apalagi kalau malam kami tidak bisa tenang. Itu selalu pas tengah malam. Seng atau atap rumah kita ada yang terbuka dan memang langsung kita perbaiki karena kita takut nanti hujan masuk. Sekarang, anginnya sudah mulai reda, setidaknya untuk siang ini,” ujar seorang warga Pangururan, Samosir saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Sabtu (2/4/2021). 

Ia juga menuturkan bahwa akibat cuaca ekstrem tersebut, sejumlah warga harus mengungsi ke rumah keluarganya yang lain karena atap rumah mereka terlepas. 

“Ada juga keluarga yang datang ke rumah kita karena atap rumah mereka rusak atau terlepas dari pakunya. Nah, sementara mereka tinggal di rumah kita. Memang, pemkab Samosir langsung terjun ke lapangan dan melihat langsung apa yang terjadi di kawasan kita ini. Mereka sigap tangani ini,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa kapal kayu yang biasanya beroperasi di perairan Danau Toba tidak beroperasi karena angin kencang tersebut. 

“Kalau kapal kayu itu untuk beberapa hari ini tidak ada yang berjalan karena gelombang air Danau Toba tinggi. Sampai dua meterlah, bukan enam meter. Kalau sempat enam meter, dah sampailah ke daratan kan. Ini enggak ada sampai segitunya. Tapi kalau dua meter, itulah yang paling tinggi,” ujarnya. 

Ia menyampaikan, untuk saat ini ia bersama keluarganya sudah mulai tenang, apalagi menyambut Paskah. Rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang secara perlahan sudah dibenahi. 

Bukan hanya rumah, sejumlah pohon tumbang juga sudah dievakuasi. Dan, hal ini membuat aliran listrik di kawasan Samosir terganggu. 

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved