Breaking News:

Ciptakan Rasa Aman Bagi Umat yang Merayakan Jumat Agung, Polisi Perketat Pengamanan Gereja

Pengamanan ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Medan dijaga ketat aparat gabungan TNI-Polri.

Fredy / Tribun Medan
Kapolrestabes Medan, Riko Sunarko saat memantau ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Medan yang berada di Jalan Pemuda, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatera Utara pada Jumat, (2/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengamanan ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Medan dijaga ketat aparat gabungan TNI-Polri.

Sebanyak 18 personel disebar diberbagai titik gereja. Adapun personel yang mengamankan berasal dari TNI-Polri serta internal gereja.

Penempatan keamanan mulai dari pintu gerbang gereja,  pintu masuk langsung ke gereja, lalu di dalam Gereja.

Kapolrestabes Medan, Riko Sunarko yang datang memantau langsung keamanan gereja menjamin keamanan dan kenyamanan jemaat yang menjalankan ibadah Jumat Agung.

Ia menghimbau agar masyarakat tidak perlu ketakutan ketika beribadah.

"Kita menitip pesan agar disampaikan kepada jemaatnya, bahwa silahkan untuk beribadah dengan nyaman dan tenang. Kami menjamin keamanan," katanya saat diwawancarai di Gereja Katedral Medan, Jalan Pemuda, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Sumatra Utara pada Jumat, (2/4/2021).

Pantauan di lokasi, setiap jemaat yang memasuki gereja diperiksa secara detail, mulai dari bagasi kendaraan, isi tas bawaan hingga pemeriksaan fisik menggunakan metal detektor.

Selain itu, tim Gegana Brimob juga terus melakukan pemeriksaan berkala ke setiap gereja yang ada di Medan.

Sementara itu, Gereja Katedral Medan membagi ibadah menjadi tiga sesi serta mengurangi jumlah jemaat yang beribadah. Hal ini dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan.

Sesi ibadah yang pertama dilakukan pada pukul 12:00 , lanjut yang kedua pada jam 15:00, lalu yang terakhir ibadah dilakukan pada pukul 18:00.

Untuk durasi ibadahnya pun gereja mempersingkat, hanya satu jam setengah. "Jumat agung ini kita mempersingkat waktu acara. Tentang penghormatan salib itu dibuat sesederhana mungkin agar umat cepat meninggalkan gereja," kata Marihot Simanjuntak, Vikaris Parokial Katedral Medan.

Sementara itu, jumlah jemaat yang harusnya dihadiri 400 jemaat, kini dikurangi menjadi 367 jemaat.

(cr25/tribunmedan)

Penulis: Fredy Santoso
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved