Breaking News:

News Video

Datang ke Kabupaten Karo, Ijeck Diberikan Pakaian Daerah yang Penuh Arti dan Makna

Setibanya di Taman Mejuah-Juah atau yang dikenal dengan Open Stage, pria yang akrab disapa Ijeck ini lansung disambut oleh kader-kader Partai Golkar.

Datang ke Kabupaten Karo, Ijeck Diberikan Pakaian Daerah yang Penuh Arti dan Makna

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara Musa Rajekshah, melakukan kunjungan ke Kabupaten Karo, Jumat (2/4/2021).

Pada kunjungannya ini, dirinya menghadiri pembukaan pameran bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pasar murah Golkar Sumut, di Taman Mejuah-Juah, Jalan Gundaling, Berastagi.

Setibanya di Taman Mejuah-Juah atau yang dikenal dengan Open Stage, pria yang akrab disapa Ijeck ini lansung disambut oleh kader-kader Partai Golkar. Kemudian, pria yang mengenakan jaket berwarna kuning ini langsung menuju ke gerbang masuk acara dan melakukan peresmian dengan melakukan pengguntingan pita.

Usai melaksanakan peresmian, Ijeck lansung bergerak masuk ke lokasi bazar dengan didampingi oleh Wakil Bupati Karo Cory br Sebayang, Ketua DPD II Kabupaten Karo Ferianta Purba, serta lainnya. Pada saat berjalan, Ijeck turut diiringi oleh lagu tradisional Karo berjudul Mejuah-Juah.

Setibanya di tempat yang disediakan, Ijeck terlebih dahulu diberikan pakaian tradisional Kabupaten Karo. Seorang tokoh adat Kabupaten Karo, mengungkapkan pakaian adat yang dipakaikan kepada Ijeck ini tak lepas dari arti dan makna yang mendalam.

"Pakaian tradisional ini memiliki berbagai macam makna, inilah sebagai sambutan kamu kepada bapak telah datang ke Kabupaten Karo," ujar pria berbaju hitam itu.

Dirinya mengungkapkan, mulai dari penutup kepala yang memiliki arti jika Ijeck dinobatkan menjadi salah satu pemimpin bagi masyarakat Kabupaten Karo. Kemudian cengkok-cengkok yang memiliki arti bawa pemimpin harus berlaku adil dan bijaksana.

"Terlebih di Karo memiliki pedoman rakut sitelu, di mana kita harus berlaku adil kepada semuanya," katanya.

Kemudian, kain yang digunakan sebagai penutup kaki memiliki makna agar dirinya sebagai pemimpin agar tidak sempat mendapat malu, serta dapat menjaga sopan santun. Serta, pisau yang diselipkan di bagian pinggang memiliki arti tolak bala dan menambah spirit dalam melawan musuh.

Diketahui, Ijeck juga sudah tidak asing bagi masyarakat adat Karo baik yang tinggal di Kabupaten Karo maupun di luar. Pasalnya, beberapa waktu lalu Ijeck juga sudah dinobatkan menjadi suku Karo dengan ditabalkan marga Sembiring.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved