Breaking News:

News Video

Sinabung Alami Dua Kali Erupsi Sebelum Gempa, Pengamat Sebut Tidak Ada Pengaruh

Dari kedua erupsi ini, Sinabung tampak mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter dari puncak gunung.

Sinabung Alami Dua Kali Erupsi Sebelum Gempa, Pengamat Sebut Tidak Ada Pengaruh

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan. Terbaru, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali mengalami erupsi pada Jumat (2/4/2021).

Saat dikonfirmasi, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik ini. Bahkan, berdasarkan data yang didapat dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, erupsi yang terjadi pada dini hari itu sebanyak dua kali.

"Sejak malam tadi, Sinabung mengalami erupsi sebanyak dua kali," ujar Armen, saat ditemui di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat.

Berdasarkan data dari Pos PGA Sinabung, erupsi pertama pada dini hari tadi terjadi sekira pukul 00.25 WIB. Kemudian, untuk erupsi kedua tercatat terjadi sekira pukul 00.39 WIB. Dari kedua erupsi ini, Sinabung tampak mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter dari puncak gunung.

"Dari dua kali erupsi ini, dengan tinggi kolom yang teramati setinggi 500 meter," ucapnya.

Armen menjelaskan, dari dua kali erupsi ini Sinabung juga terdengar mengeluarkan suara gemuruh yang cukup besar. Dirinya mengatakan, gemuruh ini diduga diakibatkan dari tekanan yang diakibatkan dari dalam gunung.

Bahkan, suara gemuruh dari dalam gunung ini terdengar hingga jarak yang cukup jauh. Pasalnya, pada malam tadi suara gemuruh tersebut terdengar sampai ke Kecamatan Kabanjahe.

Sebagian wilayah Kabupaten Karo, pada Jumat (2/4/2021) dini hari tadi merasakan guncangan gempa. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) regional I Medan, gempa ini terjadi sekira pukul 02.08 WIB.

Berdasarkan data yang didapat, gempa pada malam tadi terjadi dengan getaran mencapai 3,4 SR. Diketahui, sebelum terjadinya gempa ini Gunung Sinabung tercatat mengalami dua kali erupsi.

Saat ditanya perihal apakah ada hubungan dari kedua peristiwa ini, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra mengungkapkan jika kedua aktivitas ini tidak saling berkaitan. Dirinya menyebutkan, gempa pada malam tadi ialah gempa tektonik lokal, dan sumbernya mendekati wilayah Gunung Sinabung.

"Dan sampai sekarang kita lihat, tidak ada pengaruhnya ke Gunung Sinabung. Kita lihat gempa ini dari lempengan bumi yang bergeser," ujar Armen, saat ditemui di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat.

Ketika dianya apakah ada pengaruh antara erupsi ke gempa maupun sebaliknya, Armen menjelaskan jika pihaknya tidak ada melihat adanya keterkaitan antara keduanya. Namun, dirinya mengaku pihaknya masih terus akan melakukan pemantauan perubahan aktivitas Gunung Sinabung.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved