Breaking News:

Tiga Hari Terakhir Sejumlah Kawasan di Sumut Alami Cuaca Buruk, BMKG Beber Penyebabnya

“Dan juga akan terjadinya angin kencang yang dapat merusak bangunan maupun mengakibatkan pohon-pohon tumbang,” ungkapnya. 

TRIBUN MEDAN/Dohu Lase
Awan cukup tebal disertai hujan ringan tampak melingkupi langit Danau Toba 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan bahwa sejumlah kawasan Sumatera Utara mengalami cuaca buruk dalam tiga hari terakhir ini.

“Dalam 3 hari terakhir ini, sejak tanggal 30 Maret 2021 hingga 1 April 2021,kondisi beberapa wilayah Sumatera Utara; Samosir, Pakpak Bharat, dan sekitar pegunungan dan dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang,” ujar Kepala BMKG Wilayah I Medan Eridawati dalam paparan tertulisnya yang diterima Tribunmedan.id pada Jumat (2/4/2021). 

Ia menyampaikan bahwa hal tersebut mengakibatkan tingginya jumlah curah hujan dan berlangsung selama beberapa hari sehingga mengakibatkan beberapa bangunan maupun rumah masyarakat rusak berat, serta pohon-pohon pun tumbang.

“Berdasarkan pola angin gradien menunjukkan adanya gangguan cuaca berupa daerah tekanan rendah (Low) di wilayah Teluk Benggala mengakibatkan belokan angin dan daerah pertemuan angin (Konvergensi) di wilayah pegunungan Sumatera Utara,” sambungnya.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut memicu pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Sumatera Utara terutama di wilayah pegunungan Sumatera Utara dan sekitarnya. 

“Bila dilihat dari kondisi kelembaban udara pada lapisan 850, 700 dan 500 mb yang bernilai lebih besar dari 80 %, hal ini mendukung terbentuknya awan-awan hujan yang dapat disertai angin kencang, khususnya di sekitar wilayah lereng barat, pantai barat, dan pegunungan Sumatera Utara,” lanjutnya. 

Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa Suhu Permukaan Laut (SPL) di Perairan Barat Sumatera dan Selat Malaka yaitu berkisar antara 29 hingga 31 derajat celcius. 

“Hal ini mengindikasikan adanya asupan uap air yang cukup tinggi di wilayah perairan tersebut khususnya Samudera Hindia Barat Sumatera Utara yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan,” terangnya.

Tambahnya, untuk prospek kedepan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian wilayah pegunungan, Lereng Barat dan Pantai Barat Sumatera Utara. 

“Berdasarkan hal-hal tersebut, maka BMKG menghimbau agar masyarakat yang berada di wilayah bantaran sungai agar tetap waspada terjadi banjir kiriman dan masyarakat di wilayah pegunungan untuk tetap waspada terhadap longsor yang bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi,” sambungnya.

“Dan juga akan terjadinya angin kencang yang dapat merusak bangunan maupun mengakibatkan pohon-pohon tumbang,” ungkapnya. 

Dengan demikian, pihak  BMKG mengimbau masyarakat elalu mengikuti informasi terbaru BMKG seperti prakiraan cuaca dan informasi peringatan dini cuaca ekstrim. 

“BMKG juga akan menginformasikanya kepada instansi terkait seperti BPBD dan unit satker di daerah. Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam dapat menghubungi melalui: call center 061-8222877, 8222965 (hunting); Email : bbmkg1@bmkg.go.id,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com) 

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved