Breaking News:

Aek Sipaulak Hosa, Wisata Mata Air di Kawasan Hutan Silahisabungan

Sebagai pengganti sabun dan sampo, Fajar membawa jeruk puruk dari rumahnya, khusus untuk mandi di Aek Sipaulak Hosa.

TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM
Seorang pengunjung menikmati air yang keluar dari pancuran di Aek Sipaulak Hosa kawasan hutan Tao Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. 

TRIBUN-MEDAN.com, DAIRI- Aek Sipaulak Hosa merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kabupaten Dairi.

Lokasi wisata mata air itu, berada di kawasan hutan menuju Tao Silalahi, Kecamatan Silahisabungan.

Umumnya masyarakat yang datang ke Aek Sipaulak Hosa untuk mandi atau sekadar mengambil air untuk dibawa pulang dengan menggunakan dirijen.

Baca juga: Felicia Tissue Muncul Setelah Putus dan Dighosting Kaesang Putra Jokowi, Badan Kurus Dipuji Netizen

Salah satu pengunjung, Fajar Gunawan, warga Sidikalang, mengaku datang untuk mandi dari pancuran mata air Aek Sipaulak Hosa demi mengembalikkan kebugaran tubuh. 

"Air Sipaulak Hosa, konon bisa mengembalikan tenaga dan menyembuhkan berbagai penyakit," kata Fajar, Sabtu (3/4/2021).

Seorang pengunjung menikmati air yang keluar dari pancuran di Aek Sipaulak Hosa kawasan hutan Tao Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Seorang pengunjung menikmati air yang keluar dari pancuran di Aek Sipaulak Hosa kawasan hutan Tao Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. (TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM)

Sebagai pengganti sabun dan sampo, Fajar membawa jeruk puruk dari rumahnya, khusus untuk mandi di Aek Sipaulak Hosa.

"Jeruk peruk itu pengganti sampo dan sabun," ucapnya.

Berdasarkan cerita dari keturunan Raja Silahisabungan, setiap pengunjung yang akan masuk ke kawasan Aek Sipaulak Hosa harus terlebih dahulu permisi dengan penjaga pintu masuk.

Baca juga: TERNYATA Tipuan Kapal Selama Baru Senjata Nuklir Besar China yang Sempat Bikin Dunia Khawatir

Seorang pengunjung menikmati air yang keluar dari pancuran di Aek Sipaulak Hosa kawasan hutan Tao Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Seorang pengunjung menikmati air yang keluar dari pancuran di Aek Sipaulak Hosa kawasan hutan Tao Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi. (TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM)

Tujuannya agar setiap pengunjung mengetahui larangan yang harus ditaati ketika masuk ke lokasi.

Ada beberapa hal sakral bagi keturunan Raja Silahisabungan di kawasan Aek Sipaulak Hosa.

Sehingga berperilaku sopan selama di lokasi, tidak membawa makanan yang dilarang berupa daging babi atau daging anjing, serta jika mandi wajib menggunakan basahan.

Dan sebagian orang meyakini bahwa air di Aek Sipaulak Hosa memiliki nilai mistik tertentu.

Sehingga tak jarang masyarakat atau pengunjung yang memiliki permintaan tertentu, saat mengambil air dari pancuran Aek Sipaulak Hosa, percaya keinginannya akan terkabul.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Ayu Prasandi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved