Breaking News:

Bupati Deli Serdang Sebut Pendataan Keluarga Jadi Dasar Pemerintah Bentuk Kebijakan Pembangunan

Pasalnya, pendataan keluarga adalah faktor penting untuk mengumpulkan dan mengetahui data valid serta akurat dari kondisi masyarakat sebenarnya.

Dok. Humas Pemkab Deli Serdang
Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan saat menerima kehadiran Kader Pendata di rumah dinas (Rumdin) Perkantoran Kabupaten Deli Serdang, Kota Lubuk Pakam, Kamis (1/4/2021). 

“Saya berharap, semua pihak melaksanakan dan mendukung kegiatan ini. Dengan begitu, pendataan bisa berlangsung dengan baik. Pendata akan terdukung dan termudahkan,” ucap Ashari.

Tak lupa ia mengingatkan, masyarakat dalam proses pendataan tetap disiplin dan memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Pasalnya, situasi di Indonesia masih dihantam pandemi Covid-19. Ashari pun berharap wabah tersebut dapat segera berakhir.

Pendataan Keluarga 2021 menyasar 514.914 keluarga

Pada kesempatan yang sama, Plt Kadis P2KBP3A Miska Gewasari mengatakan, Pendataan Keluarga 2021 akan menyasar sebanyak 514.914 keluarga.

Dalam pendataan tersebut, kata dia, turut menerjunkan 3.805 kader yang bertugas mendata langsung ke lapangan menggunakan aplikasi di smartphone.

“Untuk  calon keluarga yang kami sasar sudah dipersiapkan. Ada 514.914 keluarga dan untuk kader pendata sebanyak 3.805 orang,” ungkapnya.

Adapun program pendataan keluarga akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Program ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, mulai Kamis (1/4/2021) hingga Senin (31/4/2021) dengan metode wawancara langsung.

Sementara itu, calon keluarga yang disasar dalam pendataan akan ditetapkan melalui Domisili Point, yakni berdasarkan domisili keluarga. Cara ini akan mendata penduduk pemilik kartu keluarga (KK) Deli Serdang dan penduduk yang bukan atau tidak memiliki KK, tetapi telah menetap minimal enam bulan.

Miska mengaku optimistis terkait kesiapan kader pendata dapat bertugas secara maksimal karena sudah mendapatkan bimbingan teknis, baik proses maupun caranya.

“Meski demikian, akan ada kendala yang muncul. Hal ini mengingat proses aplikasi menggunakan teknologi dan situasi di lapangan yang situasional,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Dwi Nur Hayati (CM)
Editor: Anissa Dea Widiarini (CM)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved