Breaking News:

Harga BBM di Sumut Naik, Djarot Saiful Hidayat: Harga BBM Seluruh Indonesia Sama

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bakan bakar minyak (BBM) non-subsidi Rp 200 per liter di wilayah Sumatera Utara.

Angel / Tribun Medan
Anggota DPR RI Djarot Saiful (kiri), Manajer Produksi Harian Tribun Medan Perdata Ginting (kanan) dalam Acara Program Ngopi Sore, di Kantor Harian Tribun Medan, Jumat (2/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com. MEDAN – PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bakan bakar minyak (BBM) non-subsidi Rp 200 per liter di wilayah Sumatera Utara.

Per 1 April 2021 Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut Nomor 1 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Adapun perubahan tarif PBBKB naik dari sebelumnya lima persen menjadi 7,5 persen.

Saat diwawancarai oleh TRIBUN-MEDAN.com dalam program Ngopi Sore Tribun Medan, Ketua DPD PDIP/Anggota DPR RI Djarot Saiful heran atas Peraturan Gubernur (Pergub) yang berbeda dengan Peraturan Pemerintah.

“Setahu saya, harga BBM itu sama semua di seluruh Indonesia, tidak bisa Peraturan Daerah atau Kepala Daerah yang membuat aturan sendiri,” ujar Djarot Saiful, Jumat (2/4/2021).

Ia menambahkan bahwa hal ini harus dipastikan kebenarannya dan dilihat Peraturan Gubernur (Pergub) itu sudah sesuai atau berbeda dengan Peraturan Daerah, Karena diketahui Peraturan Gubernur di bawah Peraturan Daerah, serta Perda di bawah Peraturan Pemerintah.

“Kita lihat peraturan ini menyimpang atau tidak, kalau bertentangan maka itu harus kita jalurin,” Katanya.

Dihimpun dalam Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo, demi mewujudkan keadilan energi di seluruh wilayah Indonesia, Presiden Joko Widodo mencanangkan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah menetapkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016.

Terkait kenaikan harga tersebut, Djarot baru mendengar hal seperti ini terjadi.

“Saya baru dengar seperti ini, tapi ya aneh juga, harusnya linear dong. Jangankan di Sumatra Utara, BBM di Papua, NTB, Aceh sama semua. Inilah hebatnya pak Jokowi melakukan penyamaan,” sambungnya.

Beda halnya dengan dahulu, ketika harga bergantung dengan biaya transportasi. Sehingga diketahui harga BBM di Medan berbeda dengan harga di Jayapura.

"Ini bukan pekerjaan yang gampang dengan membuat semuanya sama rata. Maka dengan cara seperti itu, kita bisa menghempang mafia sindikat-sindikat yang di penyediaan distributor BBM ini, begitu ya, di cek saja," tutupnya.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: Angel aginta sembiring
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved