Breaking News:

Hutan di Desa Peatalun Hutagaol Terbakar, Camat Minta Kepala Desa Sosialiasi Kepada Warganya

Kalau yang ini terlihat jelas dari kota. Sebelumnya kan berada di puncak makanya langsung keliatan dari kota.

MAURITS PARDOSI / Tribun Medan
Suasana para petugas yang tengah berupaya menjinakkan api saat kebakaran hutan di Desa Peatalun Hutagaol, Kecamatan Balige Kabupaten Toba pada Jumat (2/4/2021) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kebakaran hutan di Desa Peatalun Hutagaol, Kecamatan Balige yang terjadi pada Jumat (2/4/2021) mengharuskan Camat Balige Pantun Josua Pardede meminta para Kepala Desa untuk melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar waspada akan kebakaran hutan.

Ia juga mengatakan bahwa hingga hari ini, pihaknya belum mengetahui akibat kebakaran. Kebakaran yang terjadi di lereng bukit tersebut ternyata diperparah angin kencang. Dan, ia juga menambahkan bahwa kebakaran di kawasan tersebut terjadi hampir setiap tahunnya.

"Nanti kita akan minta lagi kepala desa untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada dengan kebakaran yang terjadi, khususnya daerah itu. Itu sudah sering. Hampir setiap tahun," ujar Camat Balige Pantun Josua Pardede saat dikonfirmasi Tribunmedan.id pada Sabtu (3/4/2021).

Ia akan segera bertindak untuk memberitahu kepada masyarakat sekitar kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui para kepala desa.

"Apalagi ini kan musim kemarau dan bakal panjang ini. Ya, kita melalui pemerintah Desa nanti  kita akan himbau lagi nanti masyarakat Peatalun untuk tidak lalai," sambungnya.

Bahkan, secara tegas ia sampaikan agar pembakaran lahan diminimalisir atau bahkan dihindari karena kemarau panjang akan membuat kawasan hutan semakin mudah tersulut api.

"Kalaupun harus ada pembakaran ya harus dijaga. Sebisa mungkin jangan ada upaya pembakaran," lanjutnya.

Terkait adanya dugaan bahwa pemburu babi hutan yang biasa melintas di kawasan hutan tersebut memiliki kemungkinan pembakaran hutan tersebut, ia menepisnya dengan alasan medan areal karhutla.

"Kecil kemungkinan kalau kebakaran itu diakibatkan oleh pemburu babi hutan yang ada di sana. Sebab, itu kan lereng. Nengok medannya, itu enggak mungkinlah pemburu, itu curam dan penuh batu. Saya juga pernah naik ke sana. Enggak ada pepohonan di sana cuman semak-semak aja," sambungnya.

"Kemungkinannya, kita pun belum bisa menebak penyebabnya. Makanya, nanti saya akan minta kepala desa langsung berikan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, selama saya menjabat jadi camat, dalam empat tahun terakhir ini sudah ada 4 sampai 5 kali terjadi kebakaran di sana," sambungnya.

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved