Breaking News:

Udang Kertas Paling Dicari Pembeli Jelang Ramadan, Sering Kehabisan Stok

Tingginya permintaan mengakibatkan komoditas udang kertas terkadang menjadi barang yang langka saat Ramadan.

Udang Kertas Paling Dicari Pembeli Jelang Ramadan, Sering Kehabisan Stok
Tribun Medan
Pedagang hasil laut sedang menunggu pembeli, Pusat Pasar Medan, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/4/2021).

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Udang kertas merupakan satu diantara beberapa komodtas hasil laut yang mengalami kenaikan permintaan saat Ramadan. Peningkatannya pun bisa mencapai hampir 50 persen.

“Kalau dimisalkan aja hari biasa laku 7 kg, bulan puasa bisa sampai 13 kg,” ucap Arifin, seorang pedagang hasil laut di Pusat Pasar Medan, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (3/4/2021).

Ia juga mengungkapkan, terkadang tidak bisa memenuhi permintaan pengunjung pasar karena komoditas yang terbatas. Diasumsikannya, kurang lebih begitu juga yang dialami pedagang lainnya di sekitar Pusat Pasar Medan.

“Biasanya kalau bulan puasa cuma udang yang banyak dicari pembeli, kalau ikan malah menurun, biasanya sehari laku 20 kg, kalau puasa ngabiskan 15 kg aja agak susah,” ujarnya.

Baca juga: Situasi di Pusat Pasar Medan Menjelang Ramadhan 1442 Hijriah

Tingginya permintaan mengakibatkan komoditas udang kertas terkadang menjadi barang yang langka saat Ramadan. Kelangkaan ini menjadi pemicu naiknya harga komoditas udang kertas saat Ramadhan.

“Kalau agak lama aja datangnya bisa nggak kebagian baranglah, sama sekali nggak dapat juga pernah. Harga pun jadi naik, biasanya bisa jual Rp 50 ribu per kg, pas bulan puasa bisa jadi Rp 60 ribu per kg,” ungkapnya.
Sementara itu, beberapa komoditas hasil laut saat ini mengalami kenaikan harga.

“Udah seminggu ini naiknya, kayak Dencis Pulpen ini sebelumnya Rp 20 ribu per kg sekarang jadi Rp 28 ribu, ikan Gembung dari Rp 20 ribu per kg sekarang jadi 30 ribu per kg,” ujarnya menerangkan.

Sedangkan untuk beberapa komoditas hasil laut yang harganya masih stabil yaitu ikan Merah Rp 25 ribu per kg, cumi Rp 35 ribu per kg. Sementara kepiting agak susah pasokan walaupun harganya relatif stabil, yaitu Rp 30 ribu per kg.

seorang pedagang yang menjual bahan-bahan kue mengungkapkan perkiraan penjualannya menurun saat Ramadahan, ungkapan ini didasari oleh pengalamannya dari Ramadhan tahun lalu saat suasana Pandemi Covid-19.

Terkait bahan yang paling dicari saat Ramadan untuk kebutuhan Lebaran seperti aneka jenis tepung, diperkirakan akan mengalami peningkatan penjualan.

“Hanya beberapa jenis barang saja yang laris saat Ramadan, kayak tepung roti, mentega, dan gula aren. Untuk barang-barang yang laris itu kadang juga kehabisan, pas mau dibelanjakan barangnya belum ada, pas ada kadang udah duluan diborong pembeli dari luar Kota Medan,” ujar Butet, salah satu pedagang di Pusat Pasar.

Sementara pedagang sayuran di lokasi yang sama, juga mengungkapkan penjualannya belum mengalami kenaikan saat menjelang Ramadan tahun ini. Ia mengatakan, sebelum adanya pandemi, menjelang puasa seperti sekarang ini semua barang dagangannya laris terjual.

“Kalau sebelum Corona bisa laku sampai rata-rata 80 kg semuanya, biasanya per orang belanja bisa 3-4 kg rata-ratanya. Kalau sekarang ya macam inilah, udah tinggal 10 hari lagi puasa, tapi masih biasa saja. Dulu waktu menjelang puasa bisa ngabiskan cabai 180 kg per hari, makan pun awak tak sempat saking ramenya, sekarang 10 kg pun payah laku,” pungkas Marbun, pemilik kedai sayur.

Untuk harga sayur-sayuran saat inimasih stabil, fluktuasi harga saat ini dipengaruhi cuaca.

Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved