Breaking News:

Warga Ingin Bobby Nasution Jalan-jalan Melihat Kondisi Kelurahan Sempakata

Menurut pengakuan warga, banjir di bulan Maret adalah banjir tertinggi selama 3 tahun sebelumnya. Banjir itu mencapai ketinggian 70 Cm.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kondisi banjir di Jalan Anggrek Raya, Kelurahan Simpang Selayang, Kota Medan, yang tak kunjung surut pascahujan turun, Selasa (30/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hampir setiap bulan kawasan di Kelurahan Sempakata Kecamatan Medan Selayang, Medan terkena bencana banjir. Warga sangat menantikan kedatangan Bobby Nasution untuk meninjau lokasi tersebut. 

Mulai dari Jalan Bunga Terompet I, II, VI dan lingkungan lainnya di sekitar Kecamatan Medan Selayang. 

M Yunus, Petugas kebersihan kantor lurah Sempakata mengatakan, banjir di Jalan Bunga Terompet bisa mencapai ketinggian hampir 1 meter.

Sepeda motor dan mobil tidak bisa lewat, sehingga semua aktivitas warga terganggu.

"Kalau sepeda motor dan mobil yang lewat udah pasti mogok, bahkan pernah sampai puluhan sepeda motor mogok karena mencoba menerobos banjir. Mungkin hanya mobil-mobil yang tinggi saja yang bisa lewat," ujarnya.

Sudah sekitar 4 tahun langganan banjir, belum pernah ada tindakan dari pemerintah untuk membenahi kelurahan sempakata.

"Masalah ini sudah beberapa kali dibawakan ke rapat Reses dan Musrenbang, dan saya sendiri juga pernah mengikuti rapat itu. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan apa-apa dari pemerintah," katanya.

Mamake, Kepala Gudang Matakail Communication yang tepat berada di depan kantor lurah mengatakan, selain curah hujan yang tinggi, banyaknya intensitas air berasal dari dua tempat yaitu dari Jalan Ringroad menuju Jalan Ngumban Surbakti dan dari arah Perumahan Myfair yang berlokasi di Jalan Bunga Terompet.

"Banjir itu datangnya setelah hujan berhenti, bukan saat hujan saja. Sekitar 1 sampai 2 jam baru datang banjir dari depan dan dari perumahan Myfair. Jadi ketika banjir itu datang arusnya bisa membuat orang jatuh dari sepeda motor, karena datang dari dua arah. Makanya jalan di depan gapura itu aspalnya sampai terbuka," ujar Mamake.

"Jadi daerah ini seperti kuali, dari arah depan tinggi, dari belakang juga tinggi dan disini rendah. Jadi semua air menumpuk disini. Kalau cuma hujan biasa ya paling banjirnya hanya semata kaki. Masalahnya setelah hujan itu, dari depan dan dari belakang datang air yang banyak dan menumpuk disini," katanya menambahkan.

Menurut pengakuan warga, banjir di bulan Maret adalah banjir tertinggi selama 3 tahun sebelumnya. Banjir itu mencapai ketinggian 70 Cm.

"Banyak warga yang terdampak akibat banjir ini. Saya sendiri sekali banjir harus repot selama dua minggu, karena harus membersihkan rumah, barang-barang kami disini, cuci kain-kain. Barang-barang yang sudah rusak seperti kabel-kabel itu harus kami buang, karena sekali banjir surutnya bisa sampai 2 hari, jadi benar-benar rugilah," kata Mamake.

Mamake dan sebagian besar warga Jalan Bunga Terompet berharap wali kota, Bobby Nasution mau datang meninjau kelurahan Sempakata. Mereka juga sangat menantikan tindakan pembenahan dari Bobby Nasution.

Warga yang rumahnya terendam banjir biasanya harus mengungsi ke tempat lain. Bahkan ada beberapa warga setempat yang sama sekali tidak bisa masuk Jalan Bunga Terompet karena banjir yang tinggi.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Almazmur Siahaan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved