Breaking News:

Cara Bajing Loncat Beraksi Hingga Gunakan Serbuk Khusus untuk Jebol Gembok

Aksi bajing loncat di kawasan Mabar masih sering terjadi. Belakangan diketahui, komplotan bajing loncat beraksi menggunakan serbuk khusus

TRIBUN MEDAN/HO
AKSI para bajing loncat mengejar dan melempari batu ke supir truk di Jalan Rumah Potong Hewan, Lingkungan 5 Mabar, Kecamatan Medan Deli, Rabu (6/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Aksi bajing loncat di rel kereta api Jalan Rumah Potong Hewan (RPH), Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli masih sering terjadi, walaupun intensitasnya tidak seperti dahulu. 

Tanjakan rel kereta api di Jalan RPH yang biasanya jadi tempat favorit para pelaku yang diantaranya merupakan sekelompok bocil alias bocah cilik, kini mulai ditinggalkan.

Menurut Arni, warga sekitar, bahwa kawanan bajing loncat sudah hampir semuanya berpindah lokasi ke Jalan Kayu Putih, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

Baca juga: ASTAGA, Jadi Bajing Loncat, Sejumlah Bocil Diduga Mabuk Lem Nekat Jarah Barang di Atas Truk

"Sudah jarang mereka beraksi di sini. Sekarang sudah pindah ke Jalan Kayu Putih. Di sana mereka kayak ngetem gitu di kedai milik Jahar dekat rel kereta api di Kayu Putih. Kalau sudah ada target, mereka langsung beraksi," kata Arni, Minggu (4/4/2021).

Arni menceritakan, bahwa sebelumnya sudah banyak yang menjadi korban di rel kereta api dekat rumahnya.

Belum lama ini, pernah seorang lelaki dan perempuan yang berboncengan naik sepeda motor kehilangan uang Rp 12 juta dari tasnya.

"Waktu itu korban nanya ke saya, panik dia sambil nangis-nangis bilang uang yang disimpan di tas sebesar Rp 12 juta hilang. Pas dilihat ada sobekan panjang seperti kena silet di tasnya," ujarnya.

Baca juga: Bajing Loncat Curi Kesempatan Memeras, Lurah Mabar Putar Otak

Arni sempat bertanya kepada salah seorang bajing loncat, bagaimana cara mereka beraksi hingga begitu mudah untuk menggasak barang-barang dari dalam truk maupun mobil pikap.

"Kalau kata dia (bajing loncat) pas saya tanya, dia bilang ada pakai serbuk untuk membuka gembok. Jadi dalam hitungan detik gembok sudah terbuka setelah serbuk ditabur. Terus gembok lepas perekatnya dan tinggal ditarik," katanya.

Bukan cuma sekali saja Arni pernah bertemu dengan korban kejahatan di dekat rumahnya.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved