Breaking News:

Jembatan Kebajikan yang Jadi Ajang Corat-coret Kini Dicat Ulang, Ketua P3KS: Ini Situs Sejarah

Warga Kampung Sejahtera mengecat ulang jembatan kebajikan yang selama ini kondisinya tidak terawat dan usang sebagai bentuk mengingat sejarah

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/RECHTIN
Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) melaksanakan gotong royong bersama berbagai pihak yang ada di seputaran Kampung Sejahtera untuk mengecat dan membersihkan jembatan kebajikan yang menjadi cagar budaya di Jalan Haji Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Minggu (4/4/2021).(TRIBUNMEDAN/RECHTIN) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS) melaksanakan gotong royong bersama dengan sejumlah pihak di seputaran Kampung Sejahtera.

Adapun kegiatan gotong royong kali ini menyasar Jembatan Kebajikan, yang menjadi cagar budaya di Jalan Haji Zainul Arifin, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.

Menurut Ketua P3KS Aminurasid, kegiatan ini dilakukan untuk merawat situs bersejarah di Kota Medan.

Baca juga: Menilik Taman Bunga Tjong Yong Hian, Ada Makam hingga Barang Peninggalan Era 1870an. .

"Kegiatan ini kami lakukan karena dalam agenda gotong royong. Dimana, di sekitar lingkungan kita ini ada situs yang memiliki nilai sejarah yang tinggi, yakni Jembatan Kebajikan ini. Jembatan yang diserahkan oleh keluarga Tionghoa yang terkenal di Kota Medan, Tjong Yong Hian," kata Aminurasid kepada www.tribun-medan.com, Minggu (4/4/2021).

Berdasarkan sejumlah catatan sejarah, Jembatan Chen Tek atau Jembatan Kebajikan merupakan jembatan yang dibangun untuk mengenang Tjong Yong Hian, tokoh filantropis yang ternama di Kota Medan pada masanya.

Jembatan ini dibangun pada tahun 1916, untuk menghubungkan Jalan Zainul Arifin (Caculta Straat) dan Jalan Gajah Mada (Coen Straat) di Medan.

Nama yang diberikan adalah Jembatan Chen Tek, tetapi masyrakat setempat menyebutnya Jembatan Berlian.

Baca juga: Melihat Taman Kebun Bunga Milik Tjong Yong Hian Orang Terkaya Pertama di Kota Medan

Nama tersebut karena terdapat kilauan emas yang menurut keterangan warga sering bersinar di malam hari.

"Terlebih lagi kondisi jembatan yang bersejarah ini saat ini kurang terawat, banyak debu dan coretan di prasastinya. Padahal di jembatan ini ada papan informasi mengenai nilai sejarahnya, tapi karena tidak terawat jarang orang mau membacanya," katanya.

Dikatakan Aminurasid, P3KS juga mengajak berbagai pihak untuk ikut dalam kegiatan pembersihan jembatan Kebajikan. Yakni pihak Cambridge dan Kelurahan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved