Breaking News:

Menyedihkan, Sudah di-PHK, 21 Orang Buruh Malah Digugat PT Lonsum Rp 2 M, Berikut Kronologisnya

PT London Sumatera memecat sepihak 21 buruh perempuan yang bekerja di kebun Rambung. Tapi belakangan, buruh juga digugat Rp 2 miliar

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
HO
ILUSTRASI-PT Lonsum memecat 21 buruh harian lepas tanpa pesangon. Sekarang buruh malah digugat Rp 2 miliar. 

TRIBUN-MEDAN.com,RAMPAH--PT London Sumatera (Lonsum) sebelumnya dituding melakukan pemecatan sepihak terhadap 21 buruh perempuan yang bekerja di Kebun Rambung Sialang Estate, Kabupaten Serdang Bedagai.

Tak cukup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak tanpa pemberian pesangon, PT Lonsum juga menggungat para buruh itu dengan nilai Rp 2 miliar dalam dua perkara yang terpisah.

Kasus ini pun tengah bergulir dalam Gugatan Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Negeri Medan.

Informasi yang dikumpulkan, 21 orang buruh wanita itu digugat dengan dua perkara yang terpisah, dimana 18 orang buruh dengan nomor perkara : 11/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn dan gugatan kedua dengan 3 orang buruh dengan nomor perkara : 12/Pdt.Sus.PHI/2021/PN Mdn.

Baca juga: Seorang Wanita Hamil 9 Bulan di PHK Karena Lakukan Tracing ke Keluarga Pejabat Dinkes Kota Medan

Rita Sentosa, buruh PT Lonsum ini mengatakan, dia dan teman-temannya sebenarnya sudah bekerja belasan tahun.

Mereka bekerja pada bagian perawatan kelapa sawit seperti membabat rumput, memupuk dan menyemprot tanaman.

Ia masih mengingat jika terakhir bekerja pada Januari 2020, dan selanjutnya diberhentikan tanpa pesangon sama sekali. 

"Selama 13 tahun saya bekerja, lihat uang Rp 50 juta saja belum pernah dan tidak tahu cemana bentuknya, ini malah dituntut miliaran," kata Rita, Minggu (4/4/2021).

Rita mengungkapkan, dirinya serasa ingin menangis dan menjerit.

Baca juga: Tak Putus Asa, Roby Priya yang Di-PHK karena Pandemi Covid Kini Jadi Pengusaha Sukses Omset 30 Juta

Dia juga tidak paham kenapa PT Lonsum berbuat sekeji itu pada buruh miskin seperti dirinya dan rekan-rekannya yang lain.

"Kami ini buruh miskin, kami nuntut kerja dan pesangon kok bisa dituntut balik sebanyak itu. Kalau enggak dipekerjakan lagi, ya bayar pesangon kami sesuai anjuran dari Disnaker," kata Rita. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved