Breaking News:

News Video

PEZIARAH Ceng Beng di Pemakaman Khusus Tionghoa Sepi

Peziarah Pemakaman Umum Tionghoa di Jalan Simpang Stasiuin, Delitua, Kabupaten Deliserdang, sepi saat Peringati Cheng Beng, Minggu (4/4/2021).

TRIBUN-MEDAN.COM - Berbeda dari tahun sebelumnya, peziarah Pemakaman Umum Tionghoa di Jalan Simpang Stasiuin, Delitua, Kabupaten Deliserdang, sepi saat Peringati Cheng Beng.

Pantauan wartawan Tribun Medan, Minggu (4/4/2021), peziarah dapat dihitung jari.

Cheng Beng dikenal sebagai upacara ritual kepada leluhur atau pendahulu mereka yang dilakukan masyarakat Tionghoa setahun sekali.

"Sebenarnya sekarang hari puncak. Tapi dari pagi sampai siang ini sepi yang datang. Paling dua puluh orang. Kalau sebelum masa Covid-19 ribuan orang yang datang," kata masyarakat setempat Rozy.

Baca juga: Puncak Perayaan Cheng Beng, Vihara Marga Raja Dipenuhi Umat Buddha yang Berdoa

Baca juga: Budayawan Tionghoa Sebut Cheng Beng Bukan Sembahyang Saja, Tapi Tepat Lakukan Hal Berikut

Rozy menuturkan sepinya pengunjung sudah terjadi sejak 2020.

Tepat ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Akibatnya, sebagian besar masyarakat Tionghoa melakukan ritual Cheng Beng di rumah.

Seorang peziarah bernama Leo mengaku tetap datang ke makam sebagai upaya penghormatan tertinggi kepada pendahulu.

"Tetap ke sini karena lebih enak rasanya kalau langsung ke makam. Sambil menghormati juga kan. Terpenting kita patuhi protokol kesehatan," katanya.

Setiap tahun ia beserta keluarganya datang ke makam para pendahulunya untuk menghargai jasa telah membesarkan dirinya.

Halaman
12
Penulis: Goklas Wisely
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved