Breaking News:

Puncak Perayaan Cheng Beng, Vihara Marga Raja Dipenuhi Umat Buddha yang Berdoa

Vihara Marga Raja di Jalan Limau Manis, Gang Bambu, Limau Manis, Tanjungmorawa dipenuhi umat Buddha yang berdoa saat Cheng Beng

TRIBUN MEDAN/GOKLAS
Acai, pengurus Vihara Marga Raja saat memberi keterangan soal puncak perayaan Cheng Beng, Minggu (4/4/2021).(TRIBUN MEDAN/GOKLAS) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Vihara Marga Raja di Jalan Limau Manis, Gang Bambu, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang tampak ramai di puncak peringatan perayaan Cheng beng

Kondisi ini berbeda dengan pemakaman umum  Tionghoa yang ada di Jalan Simpang Stasiun, Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang.

Di pemakaman umum, situasinya jauh lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Masyarakat Tionghoa Disarankan Ibadah di Rumah saat Cheng Beng, Antisipasi Covid-19

"Hari ini puncaknya perayaan Cheng beng. Masyarakat Tionghoa datang untuk mendoakan para leluhur," kata Acai, Pengurus Vihara Marga Raja saat diwawancara, Minggu (4/4/2021). 

Amatan www.tribun-medan.com, warga Tionghoa yang hadir ke vihara membawa beragam perlengkapan.

Ada kertas warna kuning keemasan, dupa, buah, bunga dan sesaji lainya. 

Masyarakat yang datang dari beragam kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Para pengunjung tampak berlutut untuk memanjatkan doa di depan altar sembari membakar dupa di tangannya. 

Baca juga: Budayawan Tionghoa Sebut Cheng Beng Bukan Sembahyang Saja, Tapi Tepat Lakukan Hal Berikut

Sementara itu, tampak juga ada bhikkhu yang menuntun sebagian orang.

Bhikkhu tersebut membunyikan lonceng, dan beberapa masyarakat memberikan sesaji tepat di atas meja yang berada di depannya. 

Acai menuturkan, masyarakat Tionghoa mulai datang sejak pukul 06.00 WIB.

Menurutnya, antusiame masyarakat untuk merayakan ritual Cheng beng tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

"Ya, hari ini capai ratusan orang yang datang sejak pagi tadi. Tapi kami tetap patuhi protokol kesehatan. Kapasitas ruangan ini juga sebenarnya mampu menampung ribuan orang. Jadi soal jarak masih bisa diatur," ujarnya. 

Baca juga: Khidmat Perayaan Cheng Beng di Tengah Pandemi Covid-19, dan Menurunnya Jumlah Umat yang Berdoa

Selain menjaga jarak, Acai dan pengurus vihara juga memeriksa suhu tubuh pengunjung menggunakan thermo gun.

Selanjutnya, mereka memastikan semua pengunjung memakai masker dan mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.(cr8/tribun-medan.com)

Penulis: Goklas Wisely
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved