Breaking News:

TERUNGKAP Cara Bajing Loncat Beraksi Gasak Barang dari Truk dan Mobil Box di Mabar

Aksi solidaritas mencegah bajing loncat yang dilakukan belasan warga di pinggir rel RPH, Kelurahan Mabar, mulai membuahkan hasil.

Kartika / Tribun Medan
Pengendara melintas di rel Jalan Rumah Potong Hewan, Mabar, Kecamatan Medan Deli yang sering menjadi tempat aksi para bajing loncat, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Aksi solidaritas mencegah bajing loncat yang dilakukan belasan warga di pinggir rel Jalan Rumah Potong Hewan (RPH), Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, perlahan-lahan mulai membuahkan hasil.

Seperti diketahui, sebelumnya marak aksi bajing loncat di pinggir rel Jalan RPH dan sangat meresahkan.

Sudah banyak yang menjadi korban, mulai dari sopir truk dan pikap membawa barang, kurir paket hingga warga yang melintas pernah menjadi keberingasan para bajing loncat di Jalan RPH.

Pascaaksi solidaritas yang dilakukan lima bulan silam, perlahan aksi bajing loncat bisa diredam.

Cara yang dilakukan Kepala Lingkungan (Kepling) sekitar lokasi untuk memberantas aksi bajing loncat adalah dengan mendirikan posko yang dijaga oleh empat orang untuk memantau agar tidak ada lagi bajing loncat yang beraksi.

Seorang warga sekitar lokasi, bernama Arni mengaku bahwa dalam sebulan terakhir kawanan bajing loncat yang kerap meresahkan warga mulai menghilang.

"Ampuh juga sih kayaknya pendirian posko jaga itu. Kalau dulu ngeri kali di sini hampir semua truk atau mobil pikap bawa barang yang lewat diambil sama mereka barangnya," kata Arni di Jalan RPH, Minggu (4/4/2021).

"Pernah saya lihat ada mobil pikap bawa telur diambil setengah muatannya. Cara mereka beraksi rapi kali, jadi sopirnya enggak menyangka sedang diambilin barangnya," tambahnya.

Baca juga: Jokowi Tak Sampai Hati Baca Berita Istri Terduga Teroris Kesulitan Nafkahi Bayinya dan Cicilan Bank

Baca juga: LINK Siaran Langsung MotoGP Doha 2021, Jam 00.00, Live Streaming TV Online, Berikut Urutan Startnya

Baca juga: Harga Bahan Pokok Mulai Tidak Stabil Jelang Ramadan, Berikut Komoditas yang Mengalami Kenaikan

Arni menjelaskan modus para pelaku saat beraksi membuat sopir menjadi kebingungan dan tak bisa melihat kondisi di belakang dari kaca spion.

"Jadi biasa mereka sekitar 6 orang beraksi. Nanti dua orang stop sopir minta uang keamanan. Mereka berdiri di pintu kanan dan kiri sopir. Otomatis sopir enggak bisa melihat spion. Selagi mereka minta uang, terus empat orang dibelakang mulai beraksi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved