Breaking News:

News Video

6 Pelaku Penyiksa Satwa Langka Simpai Ditangkap Polisi, Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda 100 Juta

Sebuah video memperlihatkan 6 pemuda yang menganiaya seekor Simpai, hewan yang termasuk ke dalam satwa yang dilindungi.

6 Pelaku Penyiksa Satwa Langka Simpai Ditangkap Polisi, Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda 100 Juta

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebuah video memperlihatkan 6 pemuda yang menganiaya seekor Simpai, hewan yang termasuk ke dalam satwa yang dilindungi.

Tanpa diketahui motifnya, pemuda-pemuda tersebut menarik-narik ekor Simpai sampai hewan malang tersebut menjerit-jerit dan masuk ke sungai.

Melihat itu, para penyiksa nampak tertawa.

Video tersebut pertama kali diunggah dalam akun Instagram @jakartaanimalaidnetwork pada Kamis (1/1/2021) dan sudah ditonton puluhan ribu pengguna.

Beberapa komentarnya mengecam tindakan tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, sejak kejadian tersebut Kepolisian Daerah dan Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menginvestigasi dan berhasil menangkap para pelaku.

Ke-enam pemuda yang berada dalam video tersebut, antara lain, MR (15) pemegang ekor Simpai, HF (32) yang memegang karung, JM (45) dan TPT (16) turut terlihat di lokasi, A (17) sebagai perekam video, serta RM (18) merupakan penyebar video.

Menurut Ade Putra, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Sumatera Barat, keenam pelaku sudah diamankan.

"Terduga pelakunya sudah kita amankan bersama penyebar videonya kemarin," ungkapnya pada MInggu (4/4/2021).

Setelah dilakukan investigasi, lokasi penganiayaan Simpai tersebut berada di Nagari Tambangan, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Seperti biasa, setelah diamankan para pelaku mengaku menyesal dan membuat permohonan maaf.

"Kami meminta maaf karena menangkap satwa yang dilindungi sejenis Simpai, kami meminta maaf," kata salah seorang pelaku.

Para pelaku diduga melanggar Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem serta terancam lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.(*)

Editor: M.Andimaz Kahfi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved