Angin Kencang Melanda Kawasan Danau Toba, Ini Penjelasan BMKG

Sejumlah wilayah di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Samosir beberapa hari terakhir dilanda cuaca buruk.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Juang Naibaho
Maurits / Tribun Medan
Kondisi di kawasan Samosir, tepatnya di Kecamatan Pangururan setelah dua hari diterpa angin kencang. Sejumlah rumah sedang diperbaiki pada hari ini, Sabtu (2/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Medan/Goklas Wisely

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejumlah wilayah di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Samosir beberapa hari terakhir dilanda cuaca buruk.

Puncaknya pada Rabu (31/3/2021), sejumlah rumah dan bangunan milik warga rusak. Hal itu disebabkan angin kencang yang melanda Samosir.

Walhasil atap rumah warga beterbangan dan pagar yang terdiri dari kayu serta seng hancur.

Menanggapi hal itu, prakiraan BMKG kondisi cuaca terakhir di sekitar Danau Toba berlangsung normal.

"Kondisi cuaca terakhir berdasarkan pantauan satelit, angin bergerak dari arah barat laut menuju tenggara dengan kecepatan 5-10 not," jelas Defri Mandoza selaku Prakirawan Meteorologi Balai 1 Medan, saat diwawancara Tribun Medan di kantornya, Kota Medan, Senin (5/3/2021).

Baca juga: Tertidur 6.000 Tahun, Gunung Ini Meletus dan Mungkinkah Gunung Toba Demikian? Gejalanya Sama

Baca juga: Sehari 7 Kali Samosir Diguncang Gempa, Begini Penjelasan BMKG Terkait Isu Gunung Toba Kembali Aktif

Oleh karena itu, potensi untuk angin kencang belum terdeteksi.

Sementara itu, ia mengungkapkan penyebab dari angin kencang yang sempat melanda Samosir karena adanya tekanan rendah di wilayah teluk Benggala.

Selain itu juga terjadi pertemuan angin atau konvergensi di wilayah pegunungan Sumut.

Peristiwa itulah yang memicu pertemuan awan Komulonimbus sehingga menyebabkan angin kencang di daerah Samosir.

Dia pun memprediksi untuk kondisi musim di wilayah Sumatera terutama Samosir masih dalam musim penghujan hingga awal Mei ini.

Sehingga potensinya terjadi angin kencang disertai pertumbuhan awan-awan Komulonimbus di wilayah pegunungan sangat tinggi.

Dia pun menganjurkan kepada masyarakat agar tetap waspada apabila cuaca memburuk. Hal itu dapat dilakukan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Tapi sebenarnya angin kencang ini sudah sering terjadi di masa musim transisi," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga di Desa Lumban Suhi-suhi Toruan mengungkapkan saat angin kencang melanda, sejumlah pohon tumbang, batang dan ranting pohon menimpa kabel listrik, hingga sempat memadamkan aliran listrik di rumah warga.

Dalam keadaan gelap gulita, warga yang berada di tepian Danau Toba itu ketakutan. Suara angin berdesir keras, dan berputar-putar mengarah ke permukiman masyarakat.

(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved