Breaking News:

News Video

Bupati Darma Wijaya Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 1 Seirampah

Pria yang akrab disapa Wiwik itu pun sempat sedikit terkejut melihat masih ada lagi ruangan di dalam kelas yang kursi dan mejanya sudah tua dan layak

Bupati Darma Wijaya Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 1 Seirampah

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SMP Negeri 1 Seirampah Senin, (5/3/2021). Kedatangan Darma Wijaya juga dalam rangka melihat bagaimana pelaksanaan hari pertama ujian akhir sekolah.

Didapati selain melaksanakan ujian dengan sistem during pihak sekolah juga melakukan ujian dengan sistem luring karena ada 11 orang anak karena tidak memiliki handpone andorid.

Banyak hal yang dilakukan oleh Darma Wijaya saat mendatangi sekolah ini. Dengan didampingi oleh Plt Kadis Pendidikan, Dingin Saragih, Kepala BKD Dimas Kurnianto dan Kadis Kominfo, Akmal ia pun melihat bagaimana situasi ruangan dalam kelas.

Pria yang akrab disapa Wiwik itu pun sempat sedikit terkejut melihat masih ada lagi ruangan di dalam kelas yang kursi dan mejanya sudah tua dan layak untuk diganti.

"Tahun depan sidak jangan ada lagi bangku meja rusak pak," kata Wiwik.

Kepala SMP Negeri 1 Seirampah, Bluser Samosir yang mendapat arahan itu pun langsung mengaku siap untuk memberikan perubahan. Tidak hanya itu ketika sudah selesai melakukan peninjauan dirinya pun langsung mengumpulkan para guru dan staf di dalam kantor. Ia meminta agar Kasek dan guru-guru mempunyai perhatian lebih kepada anak-anak.

" Karena tidak bisa ngawasi murid satu persatu tapi guru harus tetap mengawasi dan memantau apa yang dilakukan murid. Sekarang mereka belajar mandiri dan harus diingat yang penting mutunya. Dana bos kalau bisa dimanfaatkan untuk kursi dan lain-lain. Jangan pikirkan yang lain-lain, saya nggak seperti itulah orangnya," kata Wiwik.

Ia sempat mengaku heran mengapa saat dirinya berdiskusi dengan salah satu siswa ada anak yang tidak mengetahui apa pelajaran yang akan diujiankan. Selain itu juga ada yang tidak membawa pulpen dan juga masker saat datang ke sekolah.

" Yang jelas saya tidak mungkin mengajari bapak dan ibu sekalian lah karena bapak dan ibu lebih pintar. Kalau sekolah yang dekat saja seperti itu bagaimana sekolah yang jauh. Bahasa saya kalian sudah taulah nggak perlu saya marah. SMP Negeri 1 ini terkenal masak masih ada murid nggak ada pulpen," kata Wiwik.

Kepada Kepala Sekolah, Bluser Samosir ia pun mengajak untuk bagaimana dapat membantu anak yang tidak memiliki handpone android. Ia menantang agar Bluser dapat mengusahakan bagaimana 11 orang anak itu bisa dikemudian hari memiliki andorid. " Mereka juga mungkin sebenarnya kepingin tapi nggak bisa (karena keadaan).

Saya nggak perlu ajari bapak, alumni sini banyak orang-orang yang berhasil. Kalau ada yang berhasil, bapak minta bantuan tapi jangan meras. Saya nanti Rp 500 ribu dan Pak Plt Kadis Pendidikan juga katanya mau kasih Rp 500," ucap Wiwik.

Bluser Samosir menyebut dari 292 anak didiknya hanya 11 orang yang tidak mempunyai handpone android. Disebut hal ini lantaran faktor ekonomi keluarga. Mengenai kondisi fasilitas kursi dan meja yang layak untuk diganti, Bluser pun menyebut itu hanya sebagian ruangan. Disebut dari 28 ruang kelas hanya tinggal 6 lagi yang didalamnya sudah perlu untuk diganti kursi dan mejanya.

" Saya baru satu setengah tahun di sini. Cuma 6 ruangan laginya yang jelas kita benahi pelan-pelan. Mengenai handpone ya saya siap bantu dan upayakan walaupun bisa saja nanti ada yang cemburu," kata Bluser. 

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved