Breaking News:

Jalani Vaksin Kedua, Bupati Terbit Ucapkan Terima Kasih Kepada Nakes dan Masyarakat

Bupati Langkat minta warga yang sudah disuntik vaksin tahap kedua tetap patuhi protokol kesehatan.

Dok. Humas Pemkab Langkat
Bupati Langkat Terbit Rencana mendapatsuntikan vaksin Covid-19 tahap kedua dari Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Langkat, Azhar Zulkifly di Serambi Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, pada Kamis (1/4/2021). 

Azhar Zulkifly selaku Jubir Covid-19 Langkat mengungkapkan, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat telah memvaksin 16.592 orang.

Jumlah tersebut merupakan total dari vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua.

“Vaksin tahap pertama untuk nakes, unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Langkat.  Total sebanyak 3.983 orang," paparnya.

Sementara itu, pada vaksin tahap kedua terdapat 12.609 orang yang sudah divaksin, termasuk di Bupati Langkat dan para pejabat Pemkab Langkat.

Baca juga: Satpam Sekolah Meninggal Usai Divaksin, Bibir Menghitam & Efeknya Sampai ke Kelamin, Kronologinya

Para Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), para tokoh agama dan sebagian masyarakat Langkat juga termasuk ke dalam daftar orang yang telah divaksin.

“Vaksinasi tahap kedua ini, baru 68 orang yang sudah sampai dosis kedua. Selebihnya, masih vaksin dosis pertama. Mereka akan divaksin dosis kedua mengikuti jadwal selanjutnya,” ucap Jubir Covid-19 Langkat.

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Langkat, Juliana menjelaskan, vaksin Covid-19 perlu diberikan dalam dua dosis atau dua tahap karena inkubasi vaksin pertama hanya membentuk 50 persen anti bodi.

Untuk itu, dalam membentuk 100 persen anti bodi, diperlukan vaksin tahap kedua.

Baca juga: Terima Vaksin Dosis Kedua, Bupati Ashari: Mudah-mudahan Imunitas Saya Terjaga

“Diperlukan suntikan dua dosis untuk memaparkan kembali molekul antigen pada patogen virus, guna memicu sistem kekebalan dan meningkatkan kekuatan respons imun yang sebelumnya sudah terbentuk,” kata Juliana.

Suntikan dosis pertama, jelas dia, hanya mengaktifkan dua jenis sel darah putih yakni sel B plasma dan sel T.

Sel B plasma yang dimaksud akan fokus membentuk anti bodi, sementara sel T secara khusus dirancang untuk mengidentifikasi patogen tertentu dan membubuhnya.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana (CM)
Editor: Mikhael Gewati (CM)
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved