Breaking News:

Jelang Ramadhan Harga Kedelai Makin Meroket, Pengrajin Tempe Kini Kurangi Jumlah Produksi

Harga kedelai kini berada di puncak tertinggi seharga Rp 10.300 setelah sebelumnya bertahan selama dua bulan terakhir pada harga Rp 10 ribu

TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Dokumentasi kacang kedelai yang dijual di Pusat Pasar Medan, Senin (5/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga kedelai kini berada di puncak tertinggi seharga Rp 10.300 setelah sebelumnya bertahan selama dua bulan terakhir pada harga Rp 10 ribu untuk tingkat distributor.

Kenaikan harga ini tentu membuat para pengrajin tempe mengeluhkan harga yang semakin mencekik leher terlebih jelang Ramadhan.

Hal ini diungkapkan Salimun, pengrajin tempe di Jalan Sidodadi, Kecamatan Namorambe Deliserdang yang turut merasakan kelonjakan harga bahan baku kedelai.

"Kenaikan ini sangat kita rasakan dari beberapa bulan terakhir yang terus naik. Tadinya Rp 10 ribu terus malah naik lagi Rp 300 dari seminggu yang lalu ini. Terasa di pendapatan lah, harga kan tetap tapi biaya produksi naik ya makin sedikit pendapatan," ungkap Salimun, Senin (5/4/2021).

Tak hanya mahal, namun kini Salimun akui kesulitan mendapatkan bahan baku tempe tersebut. Akibatnya dirinya harus mengurangi pembelian kedelai.

"Biasa beli 15 goni per tiga hari itu jadi 750 kg, jadi setiap hari kita produksi 250 kg lah. Tapi karena ini udah langka kita kurangi jadi 10 goni per tiga hari. Tapi kita desaklah distributor ini biar bisa Supply karena belakangan inipun kualitas juga gak sebagus dulu juga kan," ujarnya.

Karena harga naik, Salimun juga memberitahukan kepala pelanggannya agar dapat mengerti dengan keadaan harga saat ini.

"Sebisa mungkin cari pelanggan yang tetap dan kita bilang kepada pembeli dengan keadaan yang sekarang. Ya kita harap pemerintah bisa menindaklanjuti agar bisa seperti semula," tuturnya.

Tak hanya Salimun, para pedagang eceran di Pusar Pasar Medan, Arina juga turut merasakan kenaikan di angka Rp 12 ribu per kg. Hal ini turut membuat tokonya menjadi sepi.

"Jadi sepi sekarang sedikit yang beli karena dari awal tahun itu naik terus. Kita pun bingung juga kan katanya ada dengar-dengar diturunkan tapi kok malah makin naik kali ini. Apalagi nanti mau Ramadan ya semoga gak ada kenaikan lagi lah. Ini aja gak ambil banyak-banyak kali kita kurangi 20 kg tiap ambil stok," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved