Breaking News:

Kajati Sumut Minta Anggota Tinggalkan Zona Nyaman dan Jangan Lakukan Penyimpangan

Kajati Sumut Ida Bagus Nyoman Wiswantanu mengajak semua anggotanya meninggalkan zona nyaman dan jauhi penyimpangan

HO
Penandatanganan komitmen pencanangan Zona Integritas WBK/WBBM yang digelar di Adhyaksa Hall Kejati Sumut, Senin (5/4/2021) (TRIBUN MEDAN/HO). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Ida Bagus Nyoman Wiswantanu mengajak semua anggotanya untuk meninggalkan zona nyaman dan jauhi penyimpangan.

Dengan begitu, cita-cita untuk menjadikan Kejati Sumut sebagai Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM) bisa tercapai.

"Kita semua sudah harus meninggalkan zona nyaman yang memicu terjadinya praktik penyimpangan wewenang, kita mesti mulai berbenah diri untuk satu tujuan mulia,"

"Dengan penuh kesadaran akan jati diri Adhyaksa adalah abdi negara, abdi masyarakat yang dalam kiprahnya bertugas menegakkan hukum dan ketertiban umum," katanya di hadapan seluru Kajari dan Kacabjari se-Sumut, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Warga Silou Kahean Laporkan Kepala Desa ke Kejaksaan Karena Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Sesungguhnya, lanjut Wiswantanu, jaksa telah mengucapkan sumpah setia, yang kiranya mengandung makna bahwa setiap insan Adhyaksa harus memiliki integritas yang tinggi untuk melaksanakan segala peraturan, menjunjung tinggi hukum, kebenaran dan keadilan, serta melaksanakan tugas secara sungguh-sungguh, obyektif, berani, jujur, adil dan professional. 

"Sumpah yang telah diucapkan harus selalu diingat, karena sumpah adalah janji suci di hadapan Tuhan,".

"Oleh karenanya, sumpah merupakan alarm peringatan untuk selalu bersungguh-sungguh dalam bertugas, dan janji suci untuk tidak melakukan penyimpangan,".

"Saya mengajak pada jajaran dalam daerah hukum Kejati Sumut untuk melaksanakannya dengan sungguh-sungguh," ucapnya.

Baca juga: Terdakwa Pembunuhan Divonis Bebas, Jaksa Cuma Pikir-pikir

Acara pencanangan WBK/WBBM ini juga dilakukan secara daring oleh Kejari Medan dan Kejari Dairi dan diikuti oleh Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi, sekaligus pengarahan kepada seluruh insan Adhyaksa di Sumatera Utara.

Setelah pencanangan yang diikuti dengan penandatanganan pakta integritas, Wiswantanu meresmikan Adhyaksa Hall, peresmian perluasan kantor, dan peresmian Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Acara pencanangan juga diikuti oleh Wakajati Agus Salim, para Asisten dan Koordinator serta para Kasi di lingkungan kerja Kejati Sumut.

Baca juga: Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Meninggal Dunia, Pernah Menjabat Sebagai Kajari Belawan

Menurut Kajati Sumut IBN Wiswantanu, gedung PTSP menjadi salah satu komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Sumut.

"Semoga dengan adanya PTSP ini, pelayanan kita sudah terukur dan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan lebih mudah dan efisien," pungkasnya.(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved