TRIBUNWIKI
Kisah Dibalik Tradisi Tabur Bunga Kertas Di Masa Cheng Beng, Ini Penjelasan Budayawan
Tradisi penaburan bunga kertas di pemakaman leluhur itu sudah ada sejak lama. Kisah awalnya berasal dari masa dinasti Ming pada 1368-1644 Masehi.
TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Cheng Beng adalah tradisi masyarakat Tionghoa yang biasanya ditandai dengan berziarah ke makam para leluhur ataupun pendahulunya.
Puncak ritual Cheng Beng tahun ini terjadi pada 4 April 2021.
Beberapa masyarakat Tionghoa pun menggelarnya di pemakaman Cina dan rumah masing - masing.
Budayawan Tionghoa Medan Jud Ang menjelaskan satu di antara lainnya tradisi yang khas saat ritual Cheng Beng ialah penaburan bunga kertas.
Baca juga: Pelatih PSMS Medan Fokus Genjot Fisik Skuat Ayam Kinantan
"Tapi masih banyak masyarakat Tionghoa belum mengetahui asal usul tradisi tersebut," jelasnya saat diwawancara Tribun Medan di Jalan Haji Misbah Komplek Multatuli Indah Blok D No. 8-9, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (5/4/2021).
Ia mengungkapkan tradisi penaburan bunga kertas di pemakaman leluhur itu sudah ada sejak lama. Kisah awalnya berasal dari masa dinasti Ming pada 1368-1644 Masehi.
Kala itu ada seorang kaisar dari dinasti Ming yang bernama Zhu Yuan Zhang.
Saat itu kaisar sedang ingin ziarah ke kuburan orang tuanya. Tetapi ia tidak mengetahui lagi letak pemakamannya.
Pasalnya, saat sampai di pemakaman terlihat seluruh kuburan telah rusak.
Diperhatikan sang kaisar banyak nisan yang berdempetan dan tidak bernama.
"Padahal di dalam hatinya ia sangat ingin berbakti namun tidak bisa lagi menentukan mana pemakaman orang tuanya. Ia pun berdoa agar Tuhan dan alam menuntunnya untuk menentukan," ujarnya.
Mendapati situasi itu, berdasarkan kitab kebudayaan Tionghoa, kaisar itu pun menyuruh anggotanya untuk mengeluarkan kertas warna - warni.
Di waktu yang bersamaan kaisar itu pun menghunuskan pedangnya dan memotong kertas warna warni itu dengan cepat.
Sembari itu ia meminta kepada Tuhan dan alam agar kertas yang telah dipotong akan jatuh tepat di pemakaman orang tuanya.
Baca juga: INILAH Penyebab Gempa di Samosir, Ada Patahan di Bawah Danau Toba yang Bergerak
Setelah itu, dua kertas jatuh tepat di dua nisan yang ada di sekitarnya. Itulah yang dianggapnya kemudian pemakaman orang tuanya dan langsung ziarah di lokasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masyarakat-tionghoa-memasang-dan-menaburkan-kertas-warna-warni.jpg)