Breaking News:

Salat Tarawih Berjamaah di Sumut Diperbolehkan dengan Syarat Harus Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Meski diperbolehkan, Maratua meminta agar masyarakat memperhatikan protokol kesehatan untuk memutuskan rantai Covid-19.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Ratusan umat islam melaksanakan salat Idul Fitri 1441 H berjamaah di ruas Jalan Zainul Arifin, Medan, Minggu (24/5/2020). Pelaksanaan salat berjamaah tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan memakai masker, mencuci tangan dan membawa sejadah masing-masing guna mencegah selama wabah Covid-19. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Pemerintah mengizinkan masyarakat melakukan salat tarawih berjamaah pada Bulan suci Ramadan 1442 Hijriah mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadzir Effendy dalam konferensi persnya di Istana Negara pada Senin, (5/4/2021).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia Wilayah Sumatra Utara, Maratua Simanjuntak mendukung keputusan pemerintah tersebut. 

Menurutnya disaat Ramadan umat islam memang berharap agar salat berjamaah tidak dilarang.

Meski diperbolehkan, Maratua meminta agar masyarakat memperhatikan protokol kesehatan untuk memutuskan rantai Covid-19.

Ia menghimbau agar lansia dan orang yang sedang sakit untuk tidak salat berjamaah terlebih dahulu.

"Kita mendukung, asalkan ketika berjamaah protokol kesehatan diterapkan," katanya saat dihubungi pada Senin, (5/4/2021).

Ia mengatakan akan segera berkoordinasi dengan lembaga-lembaga kemakmuran masjid yang ada di Sumatra Utara.

Dia pun akan segera mengirimkan surat kepada seluruh Badan Kemakmuran Masjid agar himbauan yang diberikan MUI Sumut bisa langsung dilakukan.

Untuk prokes yang harus diterapkan, MUI Sumatra Utara meminta agar setiap masjid melakukan cek suhu, menyediakan sabun cuci tangan dan pembatasan jarak kepada setiap jamaah yang salat.

Selain itu, MUI juga menghimbau agar masjid tidak menggelar sajadah dahulu karena kemungkinan virus menempel di sajadah.

"Sajadah kalau memang gak bisa rutin diganti mending gak usah dulu. Tapi kalau abis pakai ganti atau dibersihkan,"katanya.

Agar masjid bisa menerapkan protokol kesehatan Maratua memperbolehkan supaya Badan Kemakmuran Masjid menggunakan dana umat untuk membeli peralatan seperti sabun cuci tangan dan sebagainya.

"Sekarang  kita perbolehkan memakai uang infaq untuk membeli sabun,"katanya.

(cr25/tribun-medan.com)

Penulis: Fredy Santoso
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved