Breaking News:

Surplus Cadangan Listrik 453 MW, PLN UIW Sumut Sarankan Masyarakat Beralih ke Kompor Induksi

Jimmy juga turut mendukung hal ini lantaran saat ini kondisi pasokan listrik di Sumut berada dalam kategori surplus sebesar 453 MW .

Kontan.co.id
Peluncuran program konversi satu juta kompor elpiji menuju kompor induksi oleh PLN. 

TRIBUN-MEDAN.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) baru-baru ini mewacanakan akan menekan penggunakan kompor LPG menjadi kompor Induksi. 

Manager Komunikasi PLN UIW Sumut, Jimmy Aritonang mengungkapkan bahwa gerakan konversi ke kompor listrik akan lebih hemat dibanding penggunaan gas.

"Kami lebih menyarankan menggunakan kompor induksi atau kompor listrik karena jauh lebih hemat dibanding menggunakan gas," ungkap Jimmy, Senin (5/4/2021).

Jimmy juga turut mendukung hal ini lantaran saat ini kondisi pasokan listrik di Sumut berada dalam kategori surplus sebesar 453 MW .

Selain itu, Jimmy mengatakan bahwa sudah sejak 2019 PLN melakukan sosialisasi penggunaan kompor induksi namun diakuinya masih belum familiar oleh masyarakat.

"Kami siap membantu dan untuk ketersediaan listrik kita sendiri sudah siap dan daya listrik kita berlebih di Sumut. Kita juga dari 2019 sudah gencar sosialisasi penggunaan listrik terkait life style, hanya masyarakat masih belum familiar karena memang kelemahan kompor listrik ini kita tidak bisa masak banyak," ujarnya.

Terkait hal ini, Jimmy mengatakan agar masyarakat tak perlu takut akan pembengkakan biaya saat menggunakan kompor listrik.

"Tidak usah ragu dan takut untuk pakai kompor listrik karena jauh lebih hemat dan aman. Kadar suhu panas ini juga akan terlihat dari sensor panasnya, jadi bisa aman digunakan," kata Jimmy.

Terkait kompor listrik sejauh ini masih didominasi untuk kelompok menengah ke atas. Banyak masyarakat awam yang belum terlalu mengerti dengan cara penggunaannya.

Hal ini diungkapkan Erni, warga Medan Tembung yang belum pernah menggunakan kompor listrik lantaran takut akan ada pembengkakan tagihan listrik.

"Belum pernah pake kompor listrik, karena mikirnya pasti takut bengkak lah tagihan listrik apalagi kita pake itu banyak yang mau dimasak. Udahlah pas-pasan malah kena beban di listrik juga. Terus kita juga sulit di dapur kita gak ada sambungan listrik, mau gimana coba, belum ngerti kita," ucapnya.

Namun di tempat terpisah, Dyan mengatakan sudah menggunakan kompor listrik sejak pertengahan 2020 lalu lantaran dirinya mendapat kompor listrik dari kado pernikahan.

Menurutnya, penggunaan kompor listrik tak terlalu sulit dan lebih aman.

"Udah pakai karena pas itu dapat kado pernikahan kan, yauda kita pakai. Lumayan enak kok. Tinggal ikut petunjuk tombolnya yauda tunggu letakkan panci nanti panas dia. Tapi masih pake kompor gas juga sesekali kalau ada acara," pungkasnya. 

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved