Breaking News:

TEKA-TEKI Kasus Tembak Mati Warga di Martubung, Polisi Telah Periksa 16 Saksi

Teka-teki kasus tembak mati terhadap seorang warga Martubung pada Minggu (28/3/2021) lalu, hingga kini masih belum terungkap.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Yulia, istri almarhum Ridho yang menjadi korban penembakan misterius, memegang foto keluarganya saat ditemui di rumah duka, Jalan Yos Sudarso KM 14,5 Simpang Darmin Gang Keluarga, Medan Martubung, Kota Medan, Senin (29/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Teka-teki kasus tembak mati terhadap seorang warga Martubung pada Minggu (28/3/2021) lalu, hingga kini masih belum terungkap.

Dalam kasus ini, Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bersama Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sejauh ini, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Yos Sudarso Km 12, persis di depan SPBU Martubung Kelurahab Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

Penembakan tersebut terjadi pada hari Minggu, 28 Maret 2021 sekira pukul 02.00 WIB, yang merenggut nyawa seorang warga bernama Mhd Ridho Gufa (37).

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi menyebutkan, korban mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang tembus ke kening depan sehingga nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia di TKP.

"Kami menerima informasi dari masyarakat pada Minggu tanggal 28 Maret 2021 sekira pukul 02.00 WIB telah terjadi penembakan oleh OTK tepatnya di depan SPBU Martubung. Segera setelah mendapat informasi anggota berangkat menuju ke TKP," kata Hadi.

Baca juga: Kasasi Pembunuh Hakim Jamaluddin Ditolak, Zuraida Hanum Tetap Divonis Hukuman Mati

Baca juga: Polisi Calon Pengantin Tewas Kecelakaan Maut, Innova Terguling Beberapa Kali Usai Tabrak Truk

Masih dikatakan Hadi, Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saki, yakni Aditia Prayoga (20), Mahatir Alvin (24), Sugeng (35), Aldo Lazio (20), dan Muhsinin alias Ivan (33).

Berdasarkan hasil interogasi para saksi, diketahui sebelum terjadi penembakan, korban sedang melakukan balapan liar bersama beberapa orang rekannya.

Tiba-tiba terdengar dua kali suara tembakan dari arah belakang dan korban langsung terjatuh di TKP.

"Selanjutnya rekan-rekan korban membawa korban ke RS Delima yang jaraknya tidak jauh dari TKP dengan menggunakan mobil Ambulance RS Delima, namun nyawa korban sudah tidak tertolong," ucapnya Hadi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved