Breaking News:

Ambruk 5 Tahun Lalu, Tiga Ruangan SD di Toba Tak Kunjung Diperbaiki, Siswa Terpaksa Numpang Sekolah

Hingga saat ini, ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak memberi perhatian atas usulan mereka, secara khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Toba.

MAURITS PARDOSI / Tribun Medan
Tiga ruangan SD di Desa Cinta Damai Hasang, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba ambruk sejak limat tahun lalu. Kondisi terkini, belum ada perbaikan pemerintah saat disambangi Tribunmedan.id pada Selasa (6/4/2021) 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Tiga ruangan kelas Sekolah Dasar (SD) yang berdiri di Desa Cinta Damai Hasang, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba hingga kini belum ditangani pemerintah.

Tiga ruangan tersebut tepat berada di pinggir sawah dan berada pada dataran tinggi. 

Terkait ambruknya tiga ruangan di SD tersebut, Kepala Desa Cinta Damai Hasang, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Purba Nababan mengatakan bahwa ruangan yang bisa digunakan hanya empat ruangan.

“Kelas yang digunakan hanya empat saja; kelas I hingga IV, sementara murid dari kelas I sampai VI mencapai dia 60 orang. Namun sementara, kelas V dan VI pindah ke SD induk, yaitu SD Negeri Nomor 173623 Sipange. Jaraknya 3 kilometer dari tempat kita ini,” ujar Kepala Desa Purba Nababan saat disambangi di SD tersebut pada Selasa (6/4/2021).

Ia mengisahkan bahwa anak-anak SD yang sedang duduk di kelas V dan VI harus berjalan kaki ke SD induk yang ada di Desa Sipange, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba dengan jarak 3 kilometer.

Pagi-pagi benar, anak-anak tersebut harus berangkat dengan berjalan kaki. Bagi mereka yang sudah tahu menggunakan sepeda motor akan berangkat ke sekolah lebih lama daripada murid yang berjalan kaki.

Ia menyampaikan bahwa jumlah murid yang memadai di desa tersebut sudah memungkinka bagi Dinas Pendidikan untuk menjadikan sekolah itu sebagai sekolah yang baru. Hingga saat ini, SD tersebut sebagai sekolah cabang dari SDN Nomor 173623.

Bahkan, ia berharap agar nomenklatur SD ini segera dikeluarkan oleh pemerintah mengingat jarak sekolah terdekat relatif jauh bagi murid SD. Dan, ruangan untuk sebuah sekolah telah tersedia, walau masih butuh perbaikan. 

Ia menegaskan bahwa hal itu sudah disampaikan setiap ada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang). Hingga saat ini, ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak memberi perhatian atas usulan mereka, secara khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Toba.

“Setiap musrembang, baik dari Dinas Pendidikan sudah sering kita laporkan bahwa ini akan dikeluarkan nomenklaturnya. Artinya, nomor SD ini. Tapi sampai sekarang, pemerintah tidak pernah menanggapi atas keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved