Breaking News:

Antisipasi Banjir di Musim Hujan, Pemkab Asahan Normalisasi Saluran Pembuangan Air

Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan aksi nyata tanggap banjir dengan melakukan normalisasi saluran pembuangan air

Dok Humas Pemkab Asahan
Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan aksi nyata tanggap banjir dengan melakukan normalisasi saluran pembuangan air melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). 

TRIBUNMEDAN.ID, ASAHAN - Pemerintah Kabupaten Asahan melakukan aksi nyata tanggap banjir dengan melakukan normalisasi saluran pembuangan air melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Saluran pembuangan air yang dilakukan normalisasi berada di daerah Kebun Sei Dadap yang merupakan alur pembuangan air dari Kisaran Naga, alur pembuangan air di seputaran Jalan Sutami dan alur pembuangan air di parit busuk belakang Stadion Mutiara serta alur pembuangan Air Karang Anyar.

Ada 4 alur pembuang utama kota Kisaran yang sudah dikerjakan, dengan rincian sebagai berikut :
1. Alur buang Kisaran Naga sepanjang 700 m.
2. Alur buang Sutami menuju alur belakang Kodim sepanjang 300 m.
3. Alur buang Karang Anyer sepanjang 300 m.
4. Alur buang parit busuk sepanjang 2.000 m. Alur buang ini mulai dari belakang stadion mutiara dan berakhir di jl. Pakis Kel. Siumbut Baru.
Sehingga total keseluruhan yaitu 3.300 m.

“Sejak kemarin mulai merealisasikan pekerjaan normalisasi saluran pembuangan air di sejumlah parit guna mengantisipasi banjir disaat musim hujan dan ini merupakan wujud nyata janji politik Surya–Taufik,” ujar Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Asahan.

“Kita sudah siapkan satu unit alat berat eskavator yang akan difungsikan untuk kegiatan normalisasi saluran air dimulai sejak kemarin, yang akan dikerjakan dibeberapa titik,” lanjutnya.

Sesuai instruksi Bupati Asahan, normalisasi parit/kanal akan menjadi prioritas di beberapa titik rawan genangan air mengingat kondisi saluran air tersebut sudah sangat memprihatinkan karena dipenuhi sampah-sampah dan semak rerumputan.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan normaliasasi di titik-titik yang menjadi penyebab banjir pada saat musim hujan. Alat berat digunakan untuk membuka kembali saluran air yang hilang karena tertimbun tanah. Normalisasi ini akan dilakukan secara bertahap.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa dalam rangka mengatasi dampak banjir di Kota Kisaran telah dilakukan gotong royong di Jalan Cokroaminoto beberapa waktu yang lalu yang juga di ikuti Bupati dan Wakil Bupati serta juga diikuti gotong royong di tiap kelurahan.

Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa pengerukan pada saluran buangan air dimaksudkan agar daya tampung air lebih besar lagi dari sebelumnya.

Sementara Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan normalisasi saluran pembuangan air yang berada di Kota Kisaran yang dilakukan saat ini merupakan langkah nyata yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam mengatasi banjir yang selalu melanda Kota Kisaran pada saat hujan turun.

Lebih lanjut beliau juga menjelaskan bahwa langkah yang diambil saat ini dengan melakukan pengerukan pada lokasi-lokasi buangan air adalah merupakan realisasi dari salah satu janji politik pasangan Surya-Taufik pada saat kampanye yang lalu, yaitu Kota Kisaran bebas banjir.

Dalam mewujudkan Kota Kisaran bebas banjir Bupati juga meminta peran serta masyarakat dalam mengatasi permasalahan banjir dengan cara menjaga lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Peran serta masyarakat lebih penting dan menjadi solusi awal, ketika pemerintah juga mempersiapkan solusinya. Produsen sampah terbesar adalah manusia maka manusialah yang menjaga lingkungan untuk tetap terjaga agar sampah tidak terbuang bukan pada tempatnya,” imbau Bupati.

Bupati juga menghimbau kepada masyarakat bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk secara berkala melakukan gotong royong membersihkan saluran air dan diharapkan kepada masyarakat untuk tidak menutup saluran air.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved