Breaking News:

Harga Jahe Merah di Sumut Babak Belur

Sejak pandemi covid-19 merebak di indonesia, banyak masyarakat memburu jahe merah karena dianggap dapat membantu mempertahankan daya tubuh.

Tribun Medan
Jahe Merah 

TRIBUN-MEDAN.com - Pandemi Covid-19 sempat membuat harga jahe merah di Sumut melambung tinggi. Bahkan stok di pasaran sempat langka.

Sejak pandemi covid-19 merebak di indonesia, banyak masyarakat memburu jahe merah karena dianggap dapat membantu mempertahankan daya tubuh.

Namun, kini harga jahe merah sudah turun drastis menjelang bulang ramadan.

"Harga jahe merah anjlok sekitar Rp 15 ribu, permintaan berkurang. Bulan lalu lumayan laku, sehari bisa tiga goni atau seberat 150 kilogram per hari. Kalau sekarang untuk segoni saja susahnya minta ampun," ujar Irfan Distributor jahe merah di Pasar Raya MMTC, Selasa (6/4/2021).

Hal serupa juga dirasakan pedagang eceran lainnya di Pasar Raya MMTC Medan. "Kalau kami jual jahe merah sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Peminat biasa saja," ujar Fredy.

Selain peminat kurang, menurunnya harga jahe juga disebabkan panen raya jahe merah di berbagai daerah di Sumut.

"Kalau produksi jahe sekarang lagi banyak, tapi petani lebih memilih untuk menunda panen, karena harga yang terlalu rendah. Sekarang harga jahe dari petani itu berkisar Rp 10.000-11.000 ribu," ujar Putra Sinaga, petani jahe di Simalungun. 

Putra menambahkan penyebab harga jahe turun juga disebabkan adanya panen raya di Pulau Jawa.

"Kalau permintaan dari masyarakat masih normal seperti biasanya, tapi biasanya kalau mendekati bulan puasa permintaan masyarakat itu menurun. Karna mendekati puasa itu pemakaian jahe berkurang, tidak seperti pemakaian seperti bulan kemarin," kata Putra.

(cr20/tribun-medan.com)

Penulis: Yufis Nianis Nduru
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved