Breaking News:

Kalangan Mahasiswa Mendominasi Gadaikan Barang di Pegadaian, Ini Barang yang Paling Banyak Digadai

Penaksir di PT Dotri Gadai Jaya menyebut mahasiswa paling banyak menggadai barang di pegadaian. Berikut barang yang digadai

TRIBUN MEDAN/DIAN
Petugas di pegadaian swasta saat melayani nasabahnya, Selasa (6/4/2021). Menurut pihak pegadaian, yang paling banyak datang adalah mahasiswa.(TRIBUN MEDAN/DIAN) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Penaksir di PT Dotri Gadai Jaya, Olina mengatakan bahwa kalangan mahasiswa yang paling banyak menggadaikan barang.

Dari 20 nasabah yang datang menggadaikan barang, separuhnya adalah kalangan mahasiswa.

Sisanya, ibu rumah tangga dan pekerja lepas. 

"Selain itu, aparatur negara pun ada juga," kata Olina, yang buka usaha pegadaian di Jalan Williem Iskandar No. 149, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. 

Baca juga: Sosok Suami RK, Bu Kades Nakal Digoyang Stafnya, Berkorban Gadai SK, Gaji Cuma 400 Ribu: Aku Dibuang

Olina mengatakan, adapun alasan para mahasiswa itu menggadaikan barang tak lain karena dalih keperluan membayar uang kuliah.

"Kalau kalangan ibu-ibu, biasanya untuk biaya sekolah anak, atau ada juga untuk bayar utang,” terang Olina.

Senada disampaikan oleh Putri, kasir di PT Graha Santika Gadai yang beralamat di Jalan Williem Iskandar No. 181, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Katanya, kalau dari kalangan orang tua, biasanya mereka datang ke pegadaian lantaran butuh dana untuk keperluan membayar pendidikan anaknya.

Baca juga: Wanita WN Indonesia Dibunuh di Malaysia,Suami Curiga Tetangga Gadai Perhiasan Emas

"Biasanya mereka datang ke sini karena terdesak," terang Putri.

Lantas, barang apa saja yang biasa digadai oleh mahasiswa dan masyarakat, Putri mengatakan biasanya mereka hanya menerima barang elektronik berupa handphone, laptop, televisi dan sepeda motor. 

“Kalau dirata-ratakan dari 20 nasabah perhari, sekitar 14-15 orang menggadaikan HP, sisanya itu biasanya gadaikan laptop dan kamera, kalau tv dan sepeda motor jarang sih,” kata Putri. 

Baca juga: Pegadaian Perpanjang Program Gadai Tanpa Bunga Hingga Juni 2021, Ini Syarat Pengajuannya!

Namun, sambung Putri, mereka tidak mau menerima emas. 

“Kami enggak terima emas karena kami takut tertipu, di luarnya saja lapisan emas, isinya bisa perak. Kalau misalnya nanti kami sudah ada alat yang bisa mengecek sampai kedalamnya memastikan bahwa itu emas 100%, baru bisa kami terima,” ujar Putri.(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved