Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Pilu Mahasiswi Polmed, Terpaksa Banting Tulang Jualan Cabai Demi Biayai Ketiga Adeknya

Saat ini Mega Sari Nainggolan sedang menempuh pendidikan di Politeknik Negeri Medan, Program Diploma IV Akuntansi.

tribun-medan.com/Fredy Santoso
Mega Sari Nainggolan dan Anda, anak korban tabrak lari, sedang belajar di rumahnya, di Jalan Kawat 3, Gang Padi, Tanjung Mulia Medan, Sumatra Utara. Pada (6/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Peristiwa tragis tabrak lari menyisakan duka mendalam bagi Mega Nainggolan dan tiga orang adiknya. Mereka kini telah berstatus yatim piatu.

Kecelakaan maut itu terjadi pada Senin (29/3/2021) pukul 03:30 WIB dini hari.

Orang tua Mega, Untung Nainggolan dan Ibunya Rianta Sihombing, menjadi korban tabrak lari di persimpangan antara Jalan Bhayangkara dan Metereologi Raya, Sampali, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pasangan suami istri itu meninggal dunia. Hingga kini pelaku tabrak lari tak kunjung ditangkap kepolisian.

Mega menaruh harapan kepada pihak kepolisian supaya lekas mengungkap kasus tabrak lari orang tuanya.

Perempuan berusia 19 tahun tersebut mengisahkan, saat itu ayah dan ibunya berangkat dari rumah yang berada di Jalan Kawat 3, Gang Padi menuju ke pasar raya komplek Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) menggunakan sepeda motor Honda Revo.

Keduanya berangkat sekitar pukul 03:00 WIB.

Namun belum sampai ke lokasi, maut sudah menjemput. Mereka mengalami kecelakaan.

Hingga kini, seminggu berlalu masih menjadi misteri, apa dan siapa penyebab kecelakaan tersebut.

Rianta Sihombing, meninggal di Rumah Sakit Imelda Medan, setelah dibawa dari lokasi kejadian ke rumah sakit pascakecelakaan.

Halaman
1234
Penulis: Fredy Santoso
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved