Breaking News:

Lapas Pancurbatu Dirazia, Petugas Temukan Ponsel hingga Kartu Joker

"Tentunya supaya razia ini berjalan aman dan kondusif, sehingga kita berkolaborasi dengan rekan-rekan dari TNI dan Kepolisian," katanya.

TRIBUN MEDAN/HO
Rajia gabungan bersama polsek pancur batu, TNI dari KORAMIL 14/PB di blok hunian Warga Binaan Lapas (WBL).  

TRIBUN-MEDAN.com -  Lapas Kelas II-A Pancurbatu, adakan Razia gabungan bersama polsek pancur batu, TNI dari KORAMIL 14/PB di blok hunian Warga Binaan Lapas (WBL). 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Lapas Pancurbatu Haposan Silalahi kepada tribunmedan.com, Selasa (6/4/2021).

Dikatakannya razia tersebut dilaksanakan pukul 20.00 WIB.

"Razia gabungan ini, melibatkan petugas lapas pancur batu berjumlah 91 orang, polsek pancur batu berjumlah 6 orang dan TNI dari KORAMIL 14/PB berjumlah 6 orang di dalam blok hunian, razianya kita mulai pukul 20.00 WIB," ucapnya.

Ia mengatakan, sebanyak 9 kamar yang ada di dalam blok hunian, tidak luput dari pemeriksaan para petugas, guna mencari benda terlarang yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam lapas.

Kalapas menuturkan, pihaknya sengaja melakukan razia gabungan bersama petugas TNI dan Polri, untuk menjaga ketertiban di dalam Lapas.

"Tentunya supaya razia ini berjalan aman dan kondusif, sehingga kita berkolaborasi dengan rekan-rekan dari TNI dan Kepolisian," katanya.

Selain itu, lanjutnya razia ini juga merupakan perintah langsung Direktur Jenderal Pemasyarakatan Irjen Pol Drs Reynhard Silitongan SH, MH, Msi melalui surat edaran Nomor PAS-2-PK.02.10.02-143.

Dalam razia yang di lakukan secara cepat dan bersifat rahasia ini katanya, petugas gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang, yakni 3 ponsel, Gunting, Kartu Joker, serta alat cukur dari dalam kamar yang tidak dibenarkan berada di dalam lapas.

"Kita akan terus melakukan razia rutin di dalam blok hunian, hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya barang terlarang ke dalam serta demi terciptanya kondusifitas di lingkungan lapas," pungkas Haposan.

Kalapas mengatakan, pihaknya memang rutin melakukan razia minimal 1 kali dalam seminggu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya peningkatan deteksi dini guna menciptakan kondisi yang kondusif di Lapas.

"Razia Rutin dilaksanakan minimal 1 kali seminggu," ucapnya.

(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved