Breaking News:

News Video

Soal TR Larang Media Siarkan Arogansi Polisi, Humas Mabes Polri: TR Itu Dicabut dan Kami Minta Maaf

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Raden Argo Yuwono menggelar konferensi pers terkait Surat Telegram.

Laporan Wartawan Tribun-Medan/Goklas Wisely

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Raden Argo Yuwono menggelar konferensi pers terkait Surat Telegram (TR) berisi pelaksanaan peliputan bermuatan kekerasan dan atau kejahatan.

Konferensi pers itu berlangsung di Aula Tri Brata Jalan Sisingamangaraja No.Km. 12 No. 60, Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Selasa (6/4/2021).

"Hari ini kita ingin menginformasikan terkait adanya TR yang diberikan Mabes Polri dengan nomor 750 tertanggal 5 April 2021," katanya kepada media.

Dia menjelaskan TR itu menimbulkan miss dengan rekan media. Menurutnya sampai saat ini ada beberapa tayangan di media yang menampilkan tabiat anggota yang arogan.

Oleh karena itu, ia himbau pada anggota kepolisian agar lebih berhati - hati ketika di lapangan. Jangan sampai ada perilaku yang tidak baik dan tidak pantas dilakukan.

Sebab, perilaku anggota di lapangan tentunya menjadi sorotan dan tetap diawasi. Makanya jangan sampai ada perbuatan oknum yang merusak institusi Polri.

"Maka Kapolri memberi arahan bahwa kita harus hati-hati saat di lapangan. Kemudian jangan pamer tindakan yang kebablasan, arogan, dan tidak senonoh," ujarnya.

Ia pun menegaskan ada penjabaran yang keliru dari TR yang telah tersebar tersebut. Maka dari itu Raden meluruskan bahwa Polri harus bisa memperbaiki diri, tampil tegas, dan humanis.

"Karena Polri butuh masukan, koreksi dari eksternal untuk bisa memperbaiki kekurangan kami. Makanya TR tersebut dicabut yang dengan nomor 759 pada 6 April 2021," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Goklas Wisely
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved