Breaking News:

Bobby Nasution Sentil Kadis Koperasi dan UKM Medan: Jangan Hanya Habiskan Anggaran Pemerintah

Saya mengimbau jangan karena ini kegiatan rutin jangan hanya habiskan anggaran Pemerintah Kota Medan tapi setiap kegiatan harus ada evaluasinya

Kartika / Tribun Medan
Bobby Nasution saat menghadiri acara event Pemasaran Produk UMKM di Manhattan Times Square, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Puluhan stand usaha tampil memamerkan produk-produk terbaiknya dalam acara Pemasaran Produk yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil di Ground Floor Manhattan Times Square, Rabu (7/4/2021). 

Dalam acara tersebut, Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Aulia Rahman dan Kadis Koperasi dan UKM kota Medan Edliyati yang tampak berkeliling melihat aneka produk yang dipamerkan.

Pemasaran produk ini didukung oleh 50 stan dengan 86 pelaku UMKM mulai dari 30 pelaku usaha handycraft, 43 pelaku usaha makanan dan minuman, 20 pelaku usaha fashion.

Tak hanya itu turut juga hadir stand Deskranada kota Medan, Ipemi, dan OPD kota Medan.

Dalam pameran tersebut, Bobby turut mengapresiasi dan mengingatkan agar kegiatan tahunan ini bukan hanya menjadi ajang menghabiskan anggaran namun juga memiliki dampak kepada para pelaku UMKM yang memamerkan produknya.

"Saya mengimbau, jangan karena ini kegiatan rutin, jangan hanya habiskan anggaran Pemerintah Kota Medan tapi setiap kegiatan harus ada evaluasinya. Bagaimana pameran ini tiap tahun ada yang pindah misalnya dari usaha kecil menjadi menengah, seperti itu," ungkap Bobby.

Tak hanya itu, Bobby juga menargetkan bahwa puluhan UMKM yang ditampilkan dalam pameran ini harus dapat masuk ke dalam e-katalog.

"Ini yang harus bisa diwujudkan bagaimana pelaku UMKM bisa masuk ke e-katalaog. Contoh makanan, minuman yang ada belanja makanan dan minuman bukan hanya itu-itu saja. Tapi merek yang punya UMKM harus kita support," ujarnya.

Pemasaran produk ini tentunya tidak hanya sebagai fasilitas namun, Bobby menegaskan agar pelaku usaha mendapat bimbingan tak hanya modal. Ia tak ingin acara pemasaran produk hanya menjadi ajang seremonial tahunan.

"Jangan hanya bantuan modal tapi bimbingan harus bisa dalam bentuk marketnya. Karena yang dibutuhkan itu market, kalau modal banyak tapi market gak ada habis modalnya. Saya minta poin tersebut bisa dicatat dan dilaksanakan agar punya dampak ke masyarakat bukan hanya program pemerintah secara seremonial," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved