Breaking News:

Bupati Toba Sebut Kota Balige Terancam Tenggelam, Berikut Penyebab dan Solusinya

Kota Balige terancam tengglam saat hujan deras turun. Bupati Toba Poltak Sitorus ambil sikap lakukan hal berikut ini

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/MAURITS
Bupati Toba Poltak Sitorus meninjau lokasi saluran air guna mengantisipasi tenggelamnya Kota Balige, Rabu (7/4/2021).(TRIBUN MEDAN/MAURITS) 

TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE–Bupati Toba Poltak Sitorus mengatakan Kota Balige terancam tenggelam.

Sebab, kata Poltak, jika aliran air di Kota Balige tidak berfungsi dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan timbul genangan banjir dimana-mana.

Guna mengantisipasi Kota Balige tenggelam saat hujan deras turun, Poltak pun meninjau Sungai Aek Simatemate.

Baca juga: Bupati Toba Poltak Sitorus: Kawasan Ajibata dan Balige Harus Bersih dari KJA

Sungai ini merupakan aliran utama, tempat dimana air bakal mengalir ketika hujan turun.  

"Kami mengecek titik-titik ini agar jangan ada lagi banjir di Balige," kata Poltak didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Sikkat Sitompul, Rabu (7/4/2021).

Dia mengatakan, dirinya pun sudah memerintahkan Kadis PUPR agar benar-benar memastikan saluran air yang ada.

Baca juga: Mabuk Tuak Berujung Bunuh Teman, 3 Pelaku Peragakan 20 Adegan Pembunuhan Matius Sembiring di Balige

Jangan sampai, kata Poltak, setelah diberitahu arahan tersebut malah tidak dijalankan. 

"Tadi saya sudah bicara dengan PUPR, bahwa ada poin di sana yang harus kita buka supaya bisa sampai di Danau Toba," katanya. 

Sementara itu, Kadis PUPR Toba Sikkat Sitompul tak menampik jika Kota Balige sering tenggelam akibat banjir.

Tak pelak, kondisi ini kerap menimbulkan keresahan di masyarakat, lantaran sering terjadi macet di tengah kota.

Baca juga: Cara Gereja Katolik di Balige Melaksanakan Ibadah di Tengah Pandemi Covid-19, Jemaat Diberi Kartu

"Saluran air tidak mampu menampung debit air, sehingga sering sekali banjir dan tertumpu di Bundaran Balige, dekat monumen DI Panjaitan," kata Sikkat. 

Dia mengatakan, dalam rangka mengantisipasi banjir yang terus terjadi, dirinya akan melakukan normalisasi saluran air.

"Besok akan dilaksanakan Musrembang di provinsi. Solusinya itu harus dipecah badan jalan agar tidak satu lagi salurannya. Namun itu anggaran dari APBN karena jalinsum itu kan provinsi punya, maka kita akan usulkan," kata Sikkat.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved