Breaking News:

News Video

GELOMBANG Kedua Penolakan Harga BBM di Sumut, DPRD Janji Panggil Pertamina dan Pemprov Sumut

Setelah melakukan aksi demo di DPRD Medan mengenai beberapa kepala dinas yang diduga korupsi, PMII Cabang Medan melanjutkan aksi ke DPRD Sumut.

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah melakukan aksi demo di DPRD Medan mengenai beberapa kepala dinas yang diduga korupsi, PMII Cabang Medan melanjutkan aksi ke DPRD Sumut.

Di DPRD Sumut massa menolak Kenaikan Harga BBM.

Anggota DPRD Medan Rahmansyah Sibarani mengatakan, DPRD Sumut telah membuat agenda pertemuan dengan pihak Pertamina tanggal 12 April di DPRD Sumut.

"Kami telah sampaikan apa yang saudara-saudara tuntut, namun secara kelembagaan tentu ada proses yang mengikat kami," kata Rahmansyah, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Massa Gelar Unjuk Rasa Kenaikan BBM, Pertamina: Tidak Naik Tapi Penyesuaian

Baca juga: DPRD Sumut Janji Panggil Pertamina untuk Protes Kenaikan Harga BBM

Ia mengatakan, pihak DPRD Sumut juga akan protes terhadap Pertamina mengenai kenaikan harga BBM.

Massa yang ikut aksi demo di DPRD Sumut semakin banyak jumlahnya.

Terlihat juga koordinator lapangan memanjat tembok pagar untuk menyampaikan aspirasinya.

"Kita sama-sama tahu, masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumatera Utara baru saja pulih dari keterpurukan ekonomi. Saat ini Pertamina malah menaikkan harga BBM secara sepihak. Kami sangat kecewa, di mana letak hati nurani pemerintah pada masyarakat Sumatera Utara," kata Alpin, Ketua Biro Kaderisasi Cabang Medan.

Anggota DPRD Sumut lainnya, H. Muhammad Subandi juga mengatakan hal yang sama.

"Apa yang kalian inginkan itu sama dalam pemikiran kami. Kami sudah tahu maksud dan tujuan dari surat ini. Oleh sebab itu, kemarin saya juga menerima unjuk rasa dari buruh dan KAMMI untuk menyampaikan hal yang sama. Kami akan berkoordinasi dengan pertamina dan pemerintah provinsi sumatera utara untuk membicarakan ini," katanya.

Ia menambahkan, hasil dari pertemuan itu nanti tentunya akan disampaikan ke media dan masyarakat umum.

Ia juga menegaskan jangan ada hal-hal yang disampaikan dengan tidak benar.

"Tetapi supaya kita pahami, jangan ada hal-hal yang disampaikan tidak benar. Misalnya, karena kenaikan itu harga minyak di sumatera utara lebih tinggi dari Riau. Itu tidak benar. Boleh cross check. Justru harga BBM kita semalam ini lebih rendah daripada Riau," ujar Subandi.

"Jadi kita harus luruskan informasi itu, baik itu Riau, Padang itu harga BBMnya lebih tinggi daripada kita. Jadi kalaupun harga BBM kita naik masih sama dengan Riau dan Padang. Karena mereka duluan 7 setengah persen mengutip BBNKB nya. Kita dari dulu 5 persen, sudah sepuluh tahunan," pungkas Subandi.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Almazmur Siahaan
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved