Breaking News:

Sinabung Kembali Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter di Atas Puncak Gunung 

Dirinya mengatakan, kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat condong mengarah ke arah timur dan tenggara. 

TRIBUN MEDAN / HO
Gunung Sinabung kembali mengalami erupsi pada Minggu (4/4/2021). Dalam satu hari ini, Sinabung dua kali memuntahkan material berupa abu vulkanik dengan ketinggian terjauh 2000 meter dari puncak gunung. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, kembali mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.

Terbaru, gunung api tertinggi di Sumatera Utara ini kembali mengalami erupsi pada Rabu (7/4/2021).

Saat dikonfirmasi, petugas pengamat Gunung Sinabung Armen Putra membenarkan peningkatan aktivitas vulkanik dari Gunung Sinabung ini.

Dirinya mengatakan, kali ini Sinabung mengalami erupsi sekira pukul 15.47 WIB.  "Benar barusan kembali terjadi erupsi, yang terjadi sekira pukul 15.47 WIB," ujar Armen. 

Armen menjelaskan, pada erupsi kali ini terlihat secara visual Sinabung mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1000 meter dari puncak gunung.

Dirinya mengatakan, kolom abu berwarna kelabu pekat ini terlihat condong mengarah ke arah timur dan tenggara. 

"Secara visual, kolom abu teramati setinggi 1000 meter, dan condong mengarah ke timur dan tenggara," ucapnya. 

Dirinya menjelaskan, untuk erupsi ini pihaknya mencatat getaran dari dalam gunung yang terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm.

Dengan durasi kurang lebih selama dua menit 42 detik. 

Terhitung dalam satu hari ini, Sinabung sudah mengalami erupsi sebanyak dua kali. Untuk erupsi pertama, terjadi sekira pukul 06.50 WIB.

Armen menjelaskan, pada erupsi pertama itu Sinabung juga mengeluarkan material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 1000 meter. 

"Untuk erupsi yang pertama, kolom abu terekam secara visual dengan tinggi yang sama. Dan kolom abunya juga mengarah ke Timur dan Tenggara," katanya. 

Dirinya mengungkapkan, pada erupsi pertama itu pihaknya mencatat getaran dari dalam gunung yang terekam di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm.

Dengan durasi kurang lebih selama dua menit 53 detik.

(cr4/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved