Breaking News:

News Video

Bertahan Di Dalam Pusaran Angin Puting Beliung, Sri Ungkapkan Peristiwa Yang Dialaminya

Sri Hardianti (30) warga Jalan Pasar I Tambak Rejo, Desa Amplas Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang, mengungkapkan kejadian yang dialaminya.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Sri Hardianti (30) warga Jalan Pasar I Tambak Rejo, Desa Amplas Kecamatan Percutseituan Kabupaten Deliserdang, mengungkapkan kejadian yang dialaminya.

Pada hari Rabu (7/4/2021) sore kemarin, pusaran angin kencang, air dan batu berkumpul di dalam rumah Sri Hardiyanti.

Hal tersebut diungkapkannya saat ditemui Tribun Medan, di bangunan rumahnya yang telah hancur dikarenakan angin puting beliung, Kamis (8/4/2021).

Sembari memperagakan kejadian yang dialaminya, Sri mengatakan saat kejadian dirinya mendengar dua kali suara gemuruh.

"Suara pertama gemuruh itu mengangkat seng rumah. Suara ke dua itu sudah berputar angin di rumah yang dicampur dengan air dan bebatuan," katanya.

Lalu lanjutnya, di saat itu ia terbangun dan membangunkan anak-anak.

"Berusaha keluar kamar, tapi angin begitu kencang di dalam rumah," ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Sri menjelaskan bahwa dirinya bertahan disaat batu, air hujan dan angin kencang memenuhi rumahnya.

"Kalau rumah sudah berantakan, karena pusaran angin puting beliung itu di ruang tamu. Saya berusaha berlari ke depan pintu untuk keluar bersama anak-anak, namun tidak bisa dibuka," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved