Breaking News:

Divonis 18 Bulan Penjara, Kepala BPPD Labura Menangis di Persidangan

"Saat ini Keluarga saya mendapat sanksi sosial, (karena punya) ayah seorang koruptor," katanya menangis tersedu-sedu.

TRIBUN MEDAN/GITA
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga, jalani sidang vonis secara daring di ruang cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Kamis (8/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sempat menangis tersisa-isak saat membacakan nota pembelaan, kini Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga divonis 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara dalam sidang di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/4/2021).

Majelis hakim yang diketuai Mian Munthe menilai, lelaki berkepala plontos itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 5 ayat (1) huruf-a UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, denda Rp 100 juta, subsidair 2 bulan kurungan," ucap hakim.

Vonis tersebut, beda tipis dengan tuntutan Tim Jaksa KPK, Budhi S yang meminta agar terdakwa dihukum pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya, Agusman Sinaga sempat menangis terisak-isak saat membacakan pledoi (pembelaan) terhadap dirinya.

Empat orang ASN diperiksa KPK di Polres Asahan terkait kasus Korupsi Bupati Labura, Kharuddinsyah Sitorus, Rabu (11/11/2020)
Empat orang ASN diperiksa KPK di Polres Asahan terkait kasus Korupsi Bupati Labura, Kharuddinsyah Sitorus, Rabu (11/11/2020) (TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP)

Dalam pledoinya, Agusman mengakui dan menyesali perbuatannya yang membantu atasannya, yakni Bupati Labura Nonaktif Khairudinsyah alias Haji Buyung, untuk menyuap sejumlah pejabat guna memuluskan anggaran pembangunan yang ada di Labura.

"Saya tulang punggung keluarga, punya dua anak yang masih SMA yang harus saya nafkahi," katanya sambil menangis di hadapan majelis hakim yang diketuai Mian Munthe.

Tangis Agusman pun pecah saat menuturkan penyesalan bahwa keluarganya mendapat sangsi sosial dari masyarakat, sebab memiliki ayah yang tengah terjerat kasus korupsi.

"Saat ini Keluarga saya mendapat sanksi sosial, (karena punya) ayah seorang koruptor," katanya menangis tersedu-sedu.

Dalam pledoinya, Agusman juga memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan pidana penjara seringan-ringannya kepadanya.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved