Dokter Ini Sebut Satgas Covid-19 Toba Lemah dan Bilang Bupati tak Punya Data

Dokter yang satu ini menyebut Satgas Covid-19 lemah dan bilang Bupati Toba Poltak Sitorus tak punya data

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Array A Argus
ist
ICU di hampir semua RS di Brasil kini dipenuhi oleh pasien Covid-19 berusia muda, banyak di antara mereka meninggal dunia dengan cepat, tidak tertolong sama sekali 

TRIBUN-MEDAN.com,BALIGE–Dokter Tota Manurung, mantan PNS di Pemkab Toba menyebut Satgas Covid-19 Kabupaten Toba lemah.

Dia juga menyebut Bupati Toba Poltak Sitorus tidak punya data konkret, berapa sebenarnya jumlah kasus Covid-19 di Toba.

Hal itu disampaikan Tota lantaran selama ini penanganan Covid-19 dianggapnya lamban. 

“Satgas Covid-19 Toba itu lemah, karena tidak aktif dia, cenderung pasif," kata Tota, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Jadi Rule Model Daerah Lain, Panglima TNI dan Kapolri Puji Drive Thru Vaksinasi Covid-19 di Medan

Dia mengatakan, dengan anggaran yang ada, harusnya Satgas Covid-19 lebih proaktif melakukan 3T, (Testing, Tracing, Treatmen).

Selama ini, kegiatan tersebut sangat jarang dilakukan.

Bahkan, Tota menyebut Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkab Toba itu tahunya cuma darumah sakit dan fasilitas kesehatan saja. 

“Kalau hanya berdasarkan insidental pasien yang datang ke rumah sakit, kita tidak tahu bagaimana penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba ini,” terang Tota. 

Bukan cuma itu, Tota juga menganggap bahwa Pemkab Toba ini tertutup dengan data asli mengenai penyebaran Covid-19.

Baca juga: Sejoli Ini Mulanya Waswas, Terinfeksi Covid-19, Dua Pekan Isolasi, Kini Sudah Lega Karena Negatif

Sehingga, dia pun meminta Pemkab Toba jujur dan terbuka memaparkan dengan gamblang, sudah sejauh mana penyebaran Covid-19 di Toba.

“Selama ini kan Pemkab Toba terkesan tertutup, apa yang dilakukan, bagaimana datanya, apa hasilnya, ini kan tidak pernah diekspos secara terbuka, seolah-olah itu hanya data rumah sakit,"

"Padahal sebenarnya ini pandemi, harus aktif, satgas itu harus aktif melakukan upaya tracing dan testing semuanya, supaya ada data bagaimana penyebaran Covid di Toba,” ungkapnya.

Karena Satgas Covid-19 di Toba ini tak jelas, sambung Tota, dia pun meminta Bupati Toba Poltak Sitorus dan Sekda memanggil pihak terkait.

Baca juga: RESPON WHO dan MUI Soal Boleh Tidaknya Berpuasa Bagi Orang yang Terinfeksi Covid-19 di Bulan Ramadan

Bupati Toba harus tahu bagaimana kondisi wilayahnya.

Bupati jangan cuma mengiyakan saja, tanpa tahu data pasti persebaran Covid-19 di Toba. 

“Untuk program vaksinasi sekarang ini kan lagi berjalan ke guru, diharapkan di bulan Juli nanti sesuai SKB empat menteri direncanakan tatap muka secara bertahap atau shifting. Sekarang ini jadi pertanyaan juga, kalau hanya guru yang divaksin, bagaimana dengan murid, anak remaja. Anak remaja ini kan cenderung OTG,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved