Breaking News:

JFX dan AEKI di Medan Bangun Kerjasama Tingkatkan Komoditi Kopi di Indonesia

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang dan Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar. 

HO / Tribun Medan
Jerry Sambuaga (Wakil Menteri Perdagangan RI), Stephanus Paulus Lumintang (Direktur Utama JFX), Irfan Anwar (Ketua Umum AEKI), Shidarta Utama (Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi/ Bappebti) 

TRIBUN-MEDAN.com - MEDAN - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyambut baik kolaborasi antara PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange/JFX) dan Asosiasi Eksportir & Industri Kopi Indonesia (AEKI).

Kolaborasi JFX dan AEKI diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam rangka sosialisasi dan edukasi tentang perdagangan pasar fisik dan kontrak berjangka komoditi kopi. 

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang dan Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar. 

Acara tersebut diselenggarakan di Kantor AEKI Sumatera Utara, dan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, Kamis (8/4/2021) siang. 

“Pemerintah menyambut terbuka dan mendukung berbagai pihak yang berniat baik dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani kopi. Diharapkan penandatanganan MoU antara JFX dan AEKI dapat diimplementasikan dengan baik dan memberi manfaat yang besar bagi para pemangku kepentingan, yaitu petani, eksportir dan industri kopi Indonesia,“ ujar Wamendag Jerry.

Kepala Bappebti, Sidharta Utama yang turut hadir menyampaikan, tingkat pertumbuhan transaksi kopi cukup signifikan.

Berdasarkan data transaksi di BBJ, hingga kuartal III 2020, volume transaksi kopi naik 63,06 persen (YoY) dengan kontribusi kopi terhadap total volume transaksi mencapai 33,4 persen.

Total transaksi kontrak komoditi di kuartal III 2020 lalu tercatat sebesar 1,24 juta lot, dengan kontrak size kopi jenis Robusta sebesar 5 ton dan Arabika sebesar 2 ton.

Tingkat harga saat ini yaitu Robusta di kisaran harga Rp19.700--Rp20.800/kg dan Arabica Rp 68.000 Rp 71.000/kg.  Kedua jenis kopi ini dianggap akan tetap menarik untuk diperjualbelikan di JFX.

Sidharta juga menyampaikan, industri kopi memiliki karakteristik backward lingkage yang cukup besar.

Halaman
12
Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved