Breaking News:

News Video

Kadis Kominfo Sumut: Kami Minta Ke Pertamina Premium dan Solar Tersedia Bagi Orang Banyak

Puluhan mahasiswa gelar aksi tolak kenaikan harga BBM di depan kantor Gubernur Sumatera Utara.

Penulis: Goklas Wisely | Editor: Bobby Silalahi

Laporan Wartawan Tribun-Medan/Goklas Wisely

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan mahasiswa gelar aksi tolak kenaikan harga BBM di depan kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Jalan Pangeran Diponegoro No.30, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatra Utara, Kamis (8/4/2021).

Menanggapi aksi itu, Kepada Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut Irman Oemar menegaskan meski Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dinaikkan, namun pihaknya meminta Pertamina untuk tidak menaikkan harga BBM.

"Kedua kami juga akan meminta kepada Pertamina untuk BBM yang bersubdisi yakni premium dan solar tersedia untuk banyak orang," jelas Irman.

Dia menjelaskan Peraturan nomor 1 tahun 2021 menyesuaikan Pajak kendaraan bermotor dari 5 persen menjadi 7,5 persen.

Secara legal, lanjutnya, aturan ini tidak melanggar apa pun. Adapun provinsi yang ada di pulau Sumatera yang belum menaikkan pajak sebelum 1 April ada Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Sementara daerah lainnya telah menaikkan pajak kendaraan menjadi 7,5 persen sampai 10 persen. Akibat penyedia pajak tadi pun harga BBM non subsidi naik.

"Sebelum 1 April ini, contohnya Pertalite Rp 7.650 di Riau, di Batam Rp 7850 sementara di Batam dan Bengkulu Rp 8.000," katanya.

Dia menjelaskan, saat pertemuan dengan General Manager Pertamina, pihaknya meminta stok premium dan solar harus cukup.

Selain itu dia juga mengungkapkan kalau pun harga non subsidi naik, tentu masyarakat yang disasar orang menengah ke atas. Sehingga uang itu akan digunakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah untuk kepentingan masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved