Breaking News:

Bencana Puting Beliung di Amplas

Rumah Porak-poranda Diterjang Puting Beliung, Sri Cuma Bisa Pasrah Sambil Peluk Tiga Anaknya

Sri Hardianti (30) warga Jalan Pasar I Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, tak kuasa kesedihannya.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Sri Hardianti saat ditemui di rumah miliknya yang sudah hancur berantakan akibat diterjang puting beliung di Jalan Pasar I Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sri Hardianti (30) warga Jalan Pasar I Tambak Rejo, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, tak kuasa kesedihannya.

Dengan kondisi mata berkaca-kaca, Sri menceritakan musibah puting beliung yang memporak-porandakan rumahnya.

Sri mengatakan saat kejadian dirinya sedang tidur bersama tiga anaknya. Sedangkan suaminya masih bekerja.

"Suara gemuruh itu datang dua kali. Yang pertama itu saya terbangun dan melihat kondisi atap rumah tidak ada. Lalu saya membangunkan anak-anak. Berusaha keluar kamar, tapi angin begitu kencang di dalam rumah," ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Sri mencoba bertahan saat batu, air hujan, dan angin kencang memenuhi rumahnya.

"Kalau rumah sudah berantakan, karena pusaran angin puting beliung itu di ruang tamu. Saya berusaha berlari ke depan pintu untuk keluar bersama anak-anak, namun tidak bisa dibuka," ungkapnya.

Baca juga: Camat Medan Sunggal Akan Pecat Kepling yang Gandeng Ormas Bubarkan Kerumunan Kuda Kepang

Baca juga: HOTMAN PARIS MAU NANGIS Dengar Cerita Malam Pertama Desire Tarigan Pisah Kamar dengan Hotma Sitompul

"Saya ke pintu belakang, tapi di lorong sudah batu beterbangan. Saya peluk kuat-kuat anak saya. Saya menunduk di bangunan yang masih kokoh. Saya tidak tahu berbuat apa lagi," sambungnya.

Sekitar 15 menit, lanjut Sri, kondisi angin kencang dicampur air dan batu berputar di dalam rumahnya.

"Gak tahu dan gak bisa berfikir apa-apa. Saya mencoba sekuat tenaga menahan anak-anak agar tidak terbawa angin. Tidak berapa lama bagian depan rumah ambruk. Saya langsung mengangkat anak saya keluar rumah sembari minta tolong," katanya.

Sri menceritakan, peristiwa ini merupakan kali pertama dialaminya dan membuatnya takut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved