Breaking News:

Gubernur Edy Rahmayadi Ultimatum Mafia Pangan: Jangan Ada Main-main Harga

Untuk itu, ia mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum-oknum nakal yang diam-diam menaikkan harga.

Kartika / Tribun Medan
Gubernur Edy Rahmayadi bersama Istri sidak harga dan pasokan barang di Pasar Sei Sikambing Medan, Jumat (9/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Edy Rahmayadi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Pasar Sei Sikambing Medan, Jumat (9/4/2021) pagi.

Amatan Tribun-Medan.com, Edy tampak kompak bersama sang Istri Nawal Edy Rahmayadi menggunakan Outfit olahraga bermerk Emporio Armani (EA7) berwarna hitam.

Sepanjang sidak di dalam Pasar, Edy tak sedikitpun melepas tangan sang istri untuk berkeliling di pasar.

Amatan tribun-medan.com, Edy tampak berkeliling untuk memantau harga pasar saat mendekati Ramadan yang akan dimulai pekan depan.

Edy mengungkapkan bahwa jelang Ramadan biasanya akan ada kenaikan harga walaupun belum waktunya naik.

Untuk itu, ia mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum-oknum nakal yang diam-diam menaikkan harga (mafia pangan)

"Kebiasaan di tempat kita kalau menjelang hari besar itu langsung harga naik, padahal saya tahu belum ada waktunya untuk naik. Jumlah barang dan uang itu harus seimbang. Saya ikuti benar pertumbuhan ekonomi kita. Sehingga saya diam-diam masuk kemari memastikan harga itu sebagaimana mestinya, apakah ada kelompok-kelompok ekstrim yang suka cari posisi darurat seperti ini," ungkap Edy.

Lanjutnya, berdasarkan hasil sidak di Pasar Sei Sikambing Medan, Edy mengatakan harga masih berada di ambang normal. Namun ada beberapa yang sudah di ambang naik seperti daging. 

"Ini masih sesuai saya lihat, limit atas dan bawah masih bertemu. Tetapi beberapa komoditas sudah di ambang atas seperti telur, daging tadi sudah sampai Rp 130 kg untuk has dalam," ujarnya.

Selain itu, Edy menilai bahwa beberapa komoditas yang merangkak naik ini merupakan hal klasik saat jelang Ramadan. Untuk itu, Edy akan terus memantau dari hilir ke hulu.

"Saya hitung secara kasar begitu. Ada bawang merah, ada cabai merah, ada bawang putih, cabai rawit mulai merangkak naik, telur juga merangkak naik. Alasannya klasik, makanan ternak naik nanti selesai lebaran turun lagi. Maka kita tidak hanya pantau di hilir tapi di hulu juga kita pantau," kata Edy.

Tambahnya, Edy juga mengingatkan kepada pihak PD pasar untuk tetap memantau stabilitas harga di pasar.

"Untuk ibu PD Pasar tolong ikuti benar, tidak ada bermain-main disana. Kalau jumlah uang kita kurang dan jumlah produk tinggi, ini bisa jadi deflasi," pungkasnya.

(cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved