Rumah Dimaling hingga Tersisa Puing
Rumah yang Digasak Maling hingga Tersisa Puing-puing Tak Ditempati Selama 20 Tahun
Ia menyebutkan bahwa Sugianto sesekali datang melihat rumah, yang juga sebelumnya juga pernah kehilangan jendela besinya.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rumah yang dicuri maling hingga menyisahkan dinding dan pondasi di Jalan Budi Luhur, Kelurahan Sei Sikambing C, Kecamatan Medan Helvetia tenyata sudah ditinggal 20 tahun.
Amatan tribunmedan.com di tkp rumah yang tepatnya di Gang Sederhana No 82 ini terlihat bagian pagar, pintu, jendela hingga atap rumah sudah ludes dicuri.
Kondisi bangunan rumah juga sudah porak poranda dan hanya menyisahkan dinding pondasi rumah.
Beberapa puing bebatuan hingga asbea juga terlihat di tanah depan rumah, tak satupun pintu atau jendela di rumah dua kamar ini tersisa.
Hanya ada satu seng yang tergeletak di ruangan tengah. Serta jerejak besi yang masih tersisa di jendela kamar mandi.
Saat ditanyai tetangga korban, Anandam (63) menyebutkan bahwa rumah tersebut milik Sugianto yang sudah hampir 20 tahun tidak ditempati.
"Saya kenal Sugianto itu awalnya di tahun 1998. Waktu mau tinggal disini dia undang masyarakat sini untuk syukuran. Terus waktu itu pada saat istrinya mau melahirkan keguguran, disitulah pindah dia tahun 2000, habis itu enggak tinggal disini lagi," bebernya kepada tribunmedan.com, Jumat (9/4/2021).
Setelah pindah, Sugianto disebutkan tinggal di Gaharu Kecamatan Medan Timur dan tak pernah tinggal di rumah tersebut selama 20 tahun lebih.
Ia menyebutkan bahwa Sugianto sesekali datang melihat rumah, yang juga sebelumnya juga pernah kehilangan jendela besinya.
"Pemiliknya datang sekali-kali, cuma lihat-lihat lalu pergi. Pernah dia datang ngecek karena pernah kemalingan jendela, terus dia pergi lagi. Memang kurang bersosialisasi dengan warga," ungkapnya.
Anandam menyebutkan bahwa pemilii rumah Sugianto memiliki keluarga di daerah dekat rumahnya ini, itulah yang memberitahu bahwa rumahnya kemalingan.
"Ketahuannya rumahnya dimaling itu karena ada saudaranya di dekat sini. Itulah dia yang ngasih tahu rumahnya sudah kemalingan," cetusnya.
Ia menyebutkan bahwa kejadian pencurian itu terjadi pada tahun 2021 ini, namun dirinya tak pernah melihat ada orang yang datang mempreteli rumah tersebut.
"Isi rumahnya nggak ada. Yang diambil seng, kayu - kayu, jendela, besi jerejak, pagar besi, kusennya itu semualah sampai tinggal dinding aja. Kami enggak ada yang lihat pad dimaling," cetusnya.
Kasus ini bermula saat pemilik rumah Sugianto yang sudah lama tidak menempati bangunan tersebut syok mendapati rumahnya sudah dalam kondisi 'telanjang'.
Hingga akhirnya pemilik rumah melaporkan kejadian pencurian beringas tersebut melaporkan ke Polsek Medan Helvetia.
Saat dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Zuhatta Mahadi menyebutkan bahwa kronologi kejadian rumah tersebut ditinggal dalam waktu bertahun-tahun.
Namun, baru mendapati rumahnya lenyap pada Rabu (7/4/2021) dan langsung membuat laporan polisi.
"Korban Sugianto buat LP kemarin Rabu 7 April 2021, kronologisnya rumah kosong ditinggal sama pemiliknya sudah bertahun. Ini sudah terjadi berulang kali, sudah dalam waktu lamalah berbulan-bulan. Tapi pemilik rumah baru tahu kemarin dan langsung membuat laporan polisi," jelasnya kepada tribunmedan.com, Jumat (9/4/2021).
Lebih lanjut, Zuhatta menyebutkan bahwa pelaku tersebut tidak sendirian, namun dilakukan secara berkelompok.
"Kita yakini pelaku tidak hanya sendiri, karena yang dicuri ini tidak sedikit, dan karena dari rumah korban yang tersisa hanya dindingnya saja," bebernya.
(vic/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-rumah-yang-dibongkar-para-maling-hingga-asa.jpg)