Breaking News:

TRIBUNWIKI

Tradisi Jelang Ramadan di Masjid Al-Osmani, Jemaah Masjid Lakukan Hal Ini

Usai berdoa dan bermaaf-maafan, makanan yang tadinya dibawa dibagikan kepada jemaah masjid yang membutuhkan.

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/DEDY
Jemaah di Masjid Al-Osmani 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang datangnya bulan Suci Ramadan, jamaah Masjid Al-Osmani yang telah berdiri sejak 1854 menggelar acara penyambutan.

Jemaah datang berkumpul bersama di masjid dengan niat mensucikan diri dari dosa-dosa sebelum menjalankan Ibadah puasa sebulan penuh.

Jemaah di Masjid Al-Osmani
Jemaah di Masjid Al-Osmani (TRIBUN MEDAN/DEDY)

Jamaah datang ke masjid membawa bekal niat, berdoa, shalat, dan berbagi makanan kepada sesama.

Dalam budaya Jawa, kegiatan ini dikenal dengan ritual punggahan, dalam literasi Islam lebih dikenal dengan acara silaturahmi dan bermaaf-maafan.

Baca juga: Tinjau Lokasi Bencana di NTT, Presiden Jokowi: 163 Orang Meninggal dan 45 dalam Pencarian

Kegiatan ini dimulai saat mamasuki waktu salat Magrib dan salat Isya.

Jamaah yang didominasi warga sekitar sudah datang ke masjid, ada yanh datang sendiri dan ada yang datang berbondong-bondong bersama sanak keluarganya.

Pengurus Masjid Al-Osmani, Haji Ahmad Fahruni menjelaskan bahwa acara ini rutin digelar setiap tahun, menjelang memasuki bulan suci Ramadhan.

Acara khusus ini bertujuan untuk silaturahmi dengan harapan mendapatkan maaf dari sesama dan ampunan dari Allah yang Maha Esa sebelum berpuasa dan ibadah Ramadhan lainnya.

Masjid Raya Al Osmani jejak peradaban Islam di Medan yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan, Kamis (7/5/2020).
Masjid Raya Al Osmani jejak peradaban Islam di Medan yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan, Kamis (7/5/2020). (Tribun Medan/Aqmarul Akhyar)

Baca juga: Dua Ibu Histeris Melihat Anaknya Terbujur Kaku di Semak-semak

"Setiap tahun sebelum memasuki Ramadhan masyarakat dan BKM bersilaturahim, dengan harapan mensucikan diri sebelum berpuasa Ramadhan. Artinya suci bathin hubungan dengan Allah, dan suci dengan sesama manusia," kata Haji Ahmad Fahruni.

"Kami berkumpul di masjid untuk berdoa dan saling memaafkan. Agar Insyaallah pada Ramadhan nanti bathin dan jasmani kita suci dan sehat dari sifat-sifat yang tidak diridhoi Allah.

Acara tradisi tahunan ini disambut baik, dan cukup besar dari masyarakat yang mendoakan keluarga yang sudah berpulang mau pun yang masih hidup," jelasnya.

Masjid Al-Osmani di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Pekanlabuhan, Kecamatan Medanlabuhan, Kota Medan, Sumatera Utara
Masjid Al-Osmani di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Pekanlabuhan, Kecamatan Medanlabuhan, Kota Medan, Sumatera Utara (TRIBUN MEDAN/DEDY)

Baca juga: Relaksasi PPnBM Dongkrak Penjualan Wuling Confero hingga 50 Persen di Medan

Usai berdoa dan bermaaf-maafan, makanan yang tadinya dibawa dibagikan kepada jemaah masjid yang membutuhkan.

Tradisi ini diharapkan sebagai bagian penyucian diri, dengan tetap berbagi dan menolong kepada sesama manusia.

(Dyk/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved