Breaking News:

TRIBUNWIKI

Makam Raja Sisingamagaraja XII di Balige, Jadi Tempat Edukasi Bagi Pengunjung Tentang Kemerdekaan

Baginya, semangat raja tersebut pantas menjadi teladan bagi kaum muda, secara khusus bagi anak-anak di masa kini.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/ MAURITS
Makam Raja Sisingamagaraja XII di Balige 

Pepohonan rindang yang tumbuh di sekeliling makam tersebut menciptakan suasana ramah bagi para pengujung.

Saat berkeliling di areal makam tersebut, sopan santun harus tetap dijaga. 

“Saat berkunjung di lokasi ini, kita mesti dengan hati bersih dan tetap dalam kondisi sopan santun.

Kita datang ke sini untuk berziarah sebagai bentuk penghormatan kita bagi pahlawan nasional kita,” tuturnya.

Dari berbagai sumber, pemindahan makam Raja Sisingamangaraja XII terjadi pada tahun 1953 dari Desa Sindias, Parlilitan.

Di makam tersebut, sebuah nisan bertuliskan Sisingamangaraja XII, yang dijuluki Tuan Bosar atau Ompu Pulo Batu. Presiden Soekarno meminta agar tulang belulang Sisingamangarja XII dipindahkan ke Balige

Baca juga: FUI Sumut Angkat Bicara Terkait Kasus Pembubaran Kuda Lumping dan Akan Beri Pendampingan Hukum

Dalam sebuah buku yang berjudul “Toba Nasae” yang  dituliskan penyair tersohor Sitor Situmorang.

Di hari itu, pasukan Belanda mengepung benteng pertahanan mereka yang ada di Desa Sion Utara, Parlilitan.

Sisingamangaraja XII beserta pengikutnya berupaya menghindar memasuki hutan.

Namun Si Boru Lopian putrinya tertembak. Melihat putrinya terkapar, Sisingamangaraja XII balik mendatangi putrinya. Saat itulah bedil Belanda menembus tubuhnya. Di hadapan putrinya Sisingamangaraja XII disiksa.

(cr3/tribun-medan.com). 

Keterangan Foto/ MAURITS PARDOSI: Pangdam Bukit Barisan Mayjen Hasanuddin hening sejenak di depan Makam Sisingamangaraja XII sebelum menaburkan bunga di atas Makam tersebut pada Kamis (28/1/2021)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved