Breaking News:

Proses Sertifikasi Jadi Tantangan Bisnis Hotel, AMSIH HHRMA Sumut Dikukuhkan

Widya Husdarini Lubis merupakan Ketua terpilih sekaligus ketua pertama Dewan Pamong Daerah (DPD) AMSIH HHRMA Sumut, periode 2021-2024.

Tribun Medan
Pengurus DPD AMSIH HHRMA SUMUT foto bersama di sela pengukuhan di Swiss-Belinn Jalan Gajah Mada, Medan, Sabtu (10/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Asosiasi Manajemen Sumberdaya Insani Hotel/Hotel Human Resource Management Association Sumatera Utara (AMSIH HHRMA - Sumut), melaksanakan pengukuhan di Swiss-Belinn Jalan Gajah Mada, Medan, Sabtu (10/4/2021).

Acara tersebut dihadiri tamu undangan dari berbagai organisasi di bidang kepariwisataan dan perwakilan dari Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara

Widya Husdarini Lubis merupakan Ketua terpilih sekaligus ketua pertama Dewan Pamong Daerah (DPD) AMSIH HHRMA Sumut, periode 2021-2024.

Pelantikan dilakukan secara daring oleh Ketua Dewan Pamong Pusat (DPP), I Gusti Ngurah Ketut Ciptadi, yang juga merupakan Ketua DPP pertama hasil Munas AMSIH HHRMA di Jakarta, 8-9 April 2021. Munas tersebut sekaligus pengesahan AD/ART pertama. Asosiasi ini sudah mulai terbentuk sejak 2018 di Medan.

Baca juga: Pelatihan Soft Skill di UISU, Vice President Pelindo Berikan Tips Hadapi Interview

“Hanya secara grup diskusi, karena belum ada legalitas, belum ada struktur, belum tahu anggaran dana dan belum ada AD/ART. Untuk memperjelas arah dan tujuannya, beberapa HR perhotelan duduk bareng di Hotel Harper, tepatnya Maret 2021 untuk mencetuskan ini,” ujar Widya saat diwawancara.

Saat ini ada sekitar 40 hotel di Sumut yang sudah tergabung dalam grup whatsapp dan akan segera tergabung sebagai member AMSIH HHRMA Sumut.

“Beberapa diantaranya ada dari daerah Tapanuli, Kaban Jahe. Ke depannya kita berharap bisa bersinergi dengan daerah-daerah yang belum terangkum, supaya Sumatera Utara-nya lebih tercakup,” imbuhnya.

Ia manyatakan, saat ini Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memberikan kesempatan pada karyawan hotel yang tergabung di AMSIH HHRMA untuk melakukan training dan difasilitasi sertifikat tertulis, yang diharapkan bisa menjadi bekal meningkatkan kualitas SDM perhotelan.

“Harapan terbesarnya menghasilkan sumberdaya insani hotel yang tangguh, unggul, bermakna, siap pakai, memiliki mental dan spiritual yang strong, multitasking dan benar-benar sangat bisa diandalkan,” pungkas Widya.

Tantangan terberat yang dihadapi saat ini adalah proses sertifikasi/pelatihan yang dilakukan secara daring sehingga membutuhkan lebih banyak waktu dalam prosesnya.

Halaman
12
Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved